Jelang Hadapi PSIM Yogyakarta, Persebaya Surabaya Gelar Tes CMJ

Jelang Hadapi PSIM Yogyakarta, Persebaya Surabaya Gelar Tes CMJ

Terkini | okezone | Minggu, 13 September 2026 - 02:18
share

SURABAYA – Persebaya Surabaya memiliki cara tersendiri untuk mengawasi pemainnya jelang menghadapi PSIM Yogyakarta di Super League 2026-2027. Mereka menggelar tes Body Composition and Countermovement Jump (CMJ).

Langkah tersebut dilakukan setelah Persebaya menjalani perjalanan panjang dari Lampung. Tim memanfaatkan waktu tiga hari untuk pemulihan sekaligus mengevaluasi kondisi pemain sebelum menentukan beban latihan berikutnya.

1. Evaluasi dari Tim Pelatih

Pemeriksaan CMJ menjadi salah satu bagian dari evaluasi yang dilakukan tim pelatih Persebaya. Tes tersebut digunakan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi neuromuskular pemain setelah menjalani pertandingan dan perjalanan panjang.

"Secara keseluruhan, kondisi fisik pemain cukup baik. Hasil tes CMJ memberi kami gambaran mengenai kondisi neuromuskular pemain, termasuk bagaimana tubuh mereka merespons pertandingan dan perjalanan panjang dari Lampung," jelas pelatih fisik Diogo Carvalho, dikutip dari laman resmi i.League, Minggu (13/9/2026).

Pria asal Portugal itu menjelaskan respons terhadap kelelahan dapat berbeda pada setiap pemain. Karena itu, tim pelatih melakukan pemantauan secara individual untuk mengetahui kondisi masing-masing pemain.

"Karena respons terhadap kelelahan bisa berbeda pada setiap pemain, kami memantau kondisi mereka secara individual," tutur Carvalho.

2. Informasi Penting

Menurut Carvalho, CMJ merupakan pemeriksaan sederhana yang dapat memberikan informasi penting terkait performa neuromuskular. Salah satu aspek yang dapat diketahui melalui tes tersebut adalah kemampuan pemain dalam menghasilkan gaya dan daya, terutama pada bagian tungkai bawah.

"CMJ merupakan tes sederhana, tetapi sangat berguna untuk mengukur performa neuromuskular. Dari tes ini, kami bisa melihat kemampuan pemain dalam menghasilkan gaya dan daya, terutama melalui tungkai bawah," papar Carvalho.

Hasil tes CMJ kemudian tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar dalam menentukan program latihan. Tim pelatih membandingkan hasil pemeriksaan tersebut dengan baseline atau kondisi acuan dari masing-masing pemain.

 

"Dari situ, kami bisa melihat apakah ada penurunan performa yang berpotensi menjadi tanda kelelahan atau proses pemulihan yang belum sepenuhnya tuntas," kata pelatih berusia 29 tahun itu.

Selain hasil CMJ, Persebaya turut mempertimbangkan sejumlah indikator lain dalam mengevaluasi kondisi pemain. Faktor seperti kesehatan, rasa lelah, beban latihan, dan jumlah menit bermain menjadi bagian dari pertimbangan sebelum menu latihan diberikan.

3. Sesuaikan Kebutuhan

Dengan metode tersebut, menu latihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pemain. Mereka yang memiliki menit bermain tinggi bisa mendapatkan kebutuhan berbeda dibandingkan mereka yang lebih banyak berada di bangku cadangan.

Persebaya juga memanfaatkan teknologi untuk melengkapi pemantauan kondisi skuad. Data pertandingan, GPS, hasil CMJ, umpan balik pemain, hingga pengamatan langsung tim pelatih digunakan untuk menentukan beban latihan.

"Kami menggunakan berbagai data, mulai dari data pertandingan, GPS, hasil CMJ, umpan balik kondisi pemain, hingga pengamatan langsung tim pelatih. Semua itu kami gunakan untuk menyesuaikan beban latihan," ungkap Carvalho.

"Tujuan akhirnya adalah memastikan pemain ke pertandingan berikutnya dalam kondisi segar, sudah pulih, dan siap bermain dengan intensitas tinggi," pungkasnya.

Saat ini Persebaya telah memasuki persiapan menghadapi pertandingan pekan kedua Super League 2026-2027. Bajul Ijo dijadwalkan menjamu PSIM di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (13/9/2026) pukul 19.00 WIB.

Topik Menarik