Mengenal Suku Sasak dan Desa Adat Sade yang Ludes Dilalap Api

Mengenal Suku Sasak dan Desa Adat Sade yang Ludes Dilalap Api

Travel | okezone | Senin, 24 Agustus 2026 - 17:39
share

JAKARTA - Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat pelestarian budaya Suku Sasak. Permukiman tradisional tersebut kini dilanda kebakaran hebat yang terjadi pada Sabtu (22/8/2026) malam.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.00 Wita dan menghanguskan sebagian besar bangunan di kawasan permukiman adat. Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, sekitar 320 warga dari 120 kepala keluarga terdampak akibat peristiwa tersebut.

Sejumlah fasilitas yang selama ini digunakan masyarakat juga ikut terbakar, mulai dari masjid, museum, lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga fasilitas umum lainnya.

Petugas pemadam kebakaran bersama pemerintah daerah dan warga dikerahkan untuk menangani kebakaran sekaligus membantu proses evakuasi. Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Adapun penyebab kebakaran masih diselidiki oleh pihak berwenang.

Desa Adat Sade, Rumah Suku Sasak

Desa Adat Sade berada di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang mempertahankan berbagai tradisi masyarakat Sasak, suku asli Pulau Lombok.

Kehidupan masyarakat di Sade masih lekat dengan adat dan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun. Keunikan tersebut membuat kawasan permukiman tradisional ini berkembang menjadi salah satu tujuan wisata budaya di Lombok.

Salah satu ciri khas Desa Sade adalah keberadaan rumah tradisional masyarakat Sasak. Bangunan tersebut umumnya memanfaatkan material alami, seperti kayu, bambu, dan ilalang atau jerami.

Bagian dinding rumah menggunakan anyaman bambu, sedangkan lantainya secara tradisional dibuat dari tanah liat yang dicampur dengan kotoran kerbau dan abu jerami.

Di antara bangunan tradisional yang dikenal masyarakat adalah Bale Tani. Rumah tersebut memiliki bentuk sederhana dan menjadi salah satu gambaran kehidupan tradisional masyarakat Sasak.

Penggunaan bahan-bahan alami tidak hanya menjadi bagian dari karakter arsitektur Sade, tetapi juga mencerminkan cara masyarakat mempertahankan warisan leluhur. Di sisi lain, material seperti bambu, kayu, dan ilalang memiliki sifat mudah terbakar sehingga api dapat lebih cepat merambat ketika terjadi kebakaran.

Tradisi dan Kehidupan Masyarakat Sade

Daya tarik Desa Sade tidak hanya terletak pada bangunan tradisionalnya. Aktivitas sehari-hari masyarakat juga menjadi bagian dari pengalaman wisata budaya di kawasan tersebut.

Salah satunya adalah tradisi menenun yang banyak dilakukan oleh perempuan Sasak. Selain bertani, kegiatan tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat. Kain yang dihasilkan kemudian dipasarkan kepada wisatawan sebagai cendera mata khas Lombok.

Wisatawan yang datang ke Desa Sade juga dapat mengenal berbagai tradisi masyarakat Sasak, termasuk adat perkawinan. Salah satu yang dikenal adalah Kawin Culik, sebuah tradisi yang memiliki tata cara berbeda dari prosesi lamaran atau pertunangan yang umum dikenal masyarakat modern.

Selain mempelajari budaya, pengunjung sebelumnya juga dapat berfoto di sekitar rumah tradisional, mencoba pakaian adat Sasak, hingga membeli kain tenun dan berbagai kerajinan hasil karya warga.

Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade kini tidak hanya menjadi persoalan kehilangan tempat tinggal bagi warga, tetapi juga menyisakan tantangan besar dalam mempertahankan berbagai warisan budaya yang selama ini menjadi identitas masyarakat Sasak.

Topik Menarik