Tantangan Distribusi BBM di Tengah Pemulihan Pascagempa NTT

Tantangan Distribusi BBM di Tengah Pemulihan Pascagempa NTT

Ekonomi | okezone | Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:27
share

JAKARTA — Pelayanan BBM di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan setelah gempa melanda wilayah tersebut. Operator SPBU dan Awak Mobil Tangki (AMT) tetap bertugas, termasuk menyalurkan BBM untuk kendaraan penanganan bencana dan distribusi bantuan, meski sebagian pekerja turut terdampak gempa.

Salah satunya Fergilus Edy, operator SPBU 54.865.01 Mena Ruteng. Saat gempa terjadi sekitar pukul 06.00 WITA, Fergilus berada di rumah bersama keluarganya. Guncangan yang kuat membuat mereka segera keluar rumah. Sekitar satu jam kemudian, Fergilus kembali ke tempat kerja dan membuka layanan SPBU.

“Setelah gempa terjadi, sekitar jam tujuh saya sudah berada di tempat kerja. Kami tetap buka dan melayani masyarakat. Ambulans, kendaraan untuk penanggulangan bencana, sampai kendaraan yang membawa sembako ke desa-desa kami prioritaskan,” ujar Fergilus, Kamis (20/8/2026). 

Menurut Fergilus, aktivitas pelayanan masih berlangsung di tengah gempa susulan. Kondisi tersebut membuat pekerja di SPBU tetap harus waspada selama menjalankan tugas.

“Memang sampai sekarang masih ada guncangan, jadi kami harus tetap waspada. Yang penting bagi kami, masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan dan kami layani dengan tulus,” katanya.

Di sisi distribusi, Hendrikus Nuba, Awak Mobil Tangki (AMT), tetap menjalankan tugas mengangkut BBM menuju wilayah Manggarai. Warga Reo tersebut juga merasakan dampak gempa. Keluarganya hingga kini masih berada di pengungsian karena gempa susulan masih terjadi.

“Keluarga sampai sekarang aman, tetapi masih berada di tempat pengungsian. Sebagai AMT, ini sudah menjadi kewajiban kami untuk tetap melayani masyarakat apa pun kondisinya. Kami ingin masyarakat di Manggarai tidak kesulitan mendapatkan BBM,” ucap Hendrikus.

Perjalanan distribusi BBM juga menghadapi sejumlah kendala akibat kondisi jalan pascagempa. Hendrikus mengatakan, longsor dan bebatuan sempat menutup akses di wilayah Cibal. Namun, jalur tersebut masih dapat dilalui dengan aman.

“Selama perjalanan memang sempat ada longsor dan bebatuan jatuh di daerah Cibal, tetapi sudah bisa dilewati dengan aman. Mudah-mudahan dengan pasokan yang terus sampai, semuanya bisa kembali normal,” katanya.

Untuk mendukung distribusi selama masa pemulihan, Pertamina Patra Niaga mengerahkan mobil tangki dari Integrated Terminal Bima ke wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan BBM di tengah pemulihan sarana dan akses distribusi.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan keberlangsungan pelayanan energi turut ditopang oleh pekerja yang tetap menjalankan tugas di lapangan meski menghadapi dampak gempa.

“Kami mengapresiasi seluruh operator SPBU, Awak Mobil Tangki, dan Perwira yang tetap hadir melayani masyarakat dalam situasi yang tidak mudah. Sebagian dari mereka juga turut terdampak dan memiliki keluarga yang masih berada di pengungsian, namun tetap menjalankan tugas agar BBM tersedia serta kebutuhan penanganan bencana dapat terus berjalan,” ujar Kitty.

Menurut Kitty, keberadaan pekerja di lapangan menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga pelayanan energi selama proses pemulihan pascagempa di NTT.

Topik Menarik