Kembali ke Real Madrid, Jose Mourinho Bongkar Penyebab Konflik Lama dengan Iker Casillas
MADRID – Pelatih Jose Mourinho kembali mencuri perhatian dunia sepak bola lewat rilis serial dokumenter terbarunya yang bertajuk MOURINHO. Dalam dokumenter tersebut, manajer asal Portugal ini blak-blakan membuka kembali lembaran lama terkait konfliknya dengan legenda Real Madrid, Iker Casillas, yang sempat mengguncang ruang ganti Los Blancos satu dekade silam.
Hubungan panas antara keduanya bermula pada era kepelatihan Mourinho di Santiago Bernabeu periode 2010 hingga 2013. Puncaknya terjadi pada musim ketiga ketika sang juru taktik secara berani mencadangkan sang kapten demi mempercayakan posisi penjaga gawang kepada Antonio Adáa dan kemudian mendatangkan Diego Lopez.
1. Tuntutan Pemain
Dalam dokumenter tersebut, Mourinho mengenang bagaimana interaksi awalnya dengan Casillas langsung memicu tanda tanya besar di benaknya. Ia menilai sang kiper dan rekan-rekannya terlalu banyak menuntut fasilitas istimewa ketimbang fokus sepenuhnya pada sesi latihan tim.
"Pertama kali saya berbicara dengannya, ia meminta tambahan jatah libur bagi pemain yang baru kembali dari tugas internasional. Pada kesempatan kedua, ia minta waktu latihan dimundurkan satu jam karena alasan kemacetan di kota Madrid," ungkap Mourinho, dalam serial dokumenternya, dikutip dari Give Me Sport, Senin (17/8/2026).
Tidak berhenti di situ, tensi kian meninggi ketika El Clasico berada dalam titik paling panas di awal dekade 2010-an. Casillas sempat mengambil inisiatif menelepon gelandang Barcelona, Xavi Hernandez, demi meredakan ketegangan antarpemain Timnas Spanyol, sebuah langkah yang langsung memicu amarah besar dari sang pelatih kepala.
“Saya memberi tahu mereka: ‘Ini Barcelona vs Real Madrid. Saat bersama tim nasional, kalian bisa akrab, tetapi tidak sekarang. Ini perang. Ada hal-hal yang tidak saya terima dan tidak akan pernah saya terima. Dan ketika seseorang tidak menghormati saya, itu menjadi masalah.’” imbuh Mourinho.
2. Ketegangan Ruang Ganti
Mourinho dengan tegas melarang para pemainnya menjalin keakraban berlebihan dengan skuad rival abadi di tengah panasnya atmosfer kompetisi domestik. Ia menegaskan rivalitas Real Madrid dan Barcelona adalah sebuah pertempuran harga diri yang tidak boleh dikompromikan.
Mantan gelandang Real Madrid, Sami Khedira, turut memberikan pandangannya mengenai situasi pelik di masa lalu tersebut. Ia yang kini bertugas sebagai asisten pelatih Mourinho di Real Madrid itu mengakui bahwa keputusan mencadangkan sang legenda klub membuat atmosfer ruang ganti berubah drastis menjadi sangat toksik dan merusak keharmonisan tim secara keseluruhan.
"Iker adalah legenda yang dicintai suporter, tetapi keputusan pelatih mencadangkannya membuat ruang ganti seperti neraka. Hubungan antarpemain kunci pun ikut merenggang," kenang Khedira.
Kini, roda waktu telah berputar cukup jauh hingga memasuki musim panas 2026. Sebanyak tiga belas tahun setelah kepergian pertamanya, Jose Mourinho resmi kembali ditunjuk menakhodai Real Madrid, membawa serta tekad baru untuk mengulang kejayaan sekaligus menulis akhir cerita yang jauh berbeda dari masa lalu.









