Dikritik karena Terlalu Berisiko Pindah ke Yamaha di MotoGP 2027, Jorge Martin Santai
PEMBALAP Tim Aprilia Racing, Jorge Martin, kini berada di tengah sorotan tajam setelah memutuskan untuk hengkang ke Yamaha di MotoGP 2027 mendatang. Keputusan ini dinilai berisiko karena Martin akan meninggalkan motor yang saat ini merajai papan atas menuju pabrikan yang tengah terpuruk di posisi kelima klasemen konstruktor.
Banyak pihak memandang sebelah mata langkah tersebut, namun Martin memilih untuk tetap tenang. Ia melihat fenomena ini sebagai deja vu dari masa lalunya, tepatnya ketika ia pertama kali memutuskan untuk meninggalkan Ducati guna bergabung dengan Aprilia.
1. Menjawab Kritik dengan Pembuktian di Lintasan
Bagi Martin, keputusan untuk pindah ke Yamaha adalah pilihan matang yang ia ambil dengan pertimbangan mendalam bagi masa depan diri dan keluarganya. Ia merasa perbedaan krusial antara kepindahannya saat ini dengan masa lalu terletak pada ketenangan dalam menentukan pilihan.
PB POBSI Resmi Lantik Pengprov Bali, Fokus Perkuat Fondasi Organisasi Daerah demi PON 2028
Jika dulu Martin harus mengambil keputusan cepat setelah kehilangan kesempatan di tim pabrikan Ducati, kali ini ia memiliki waktu lebih banyak untuk berpikir. Ia pun teringat bagaimana banyak orang mencibir langkahnya pindah ke Aprilia yang saat itu belum pernah meraih gelar juara dunia.
"Sama seperti saat saya menandatangani kontrak dengan Aprilia, banyak yang bilang itu adalah sebuah bencana, ke mana saya pergi dengan Aprilia yang belum pernah menang, dan sekarang saya justru memimpin kejuaraan," ujar Martin kepada DAZN, dikutip dari Crash, Minggu (16/8/2026).
Lebih lanjut, Martin menegaskan ia tidak ingin terlalu memusingkan opini publik. Ia memberikan tantangan kepada khalayak untuk melihat hasil nyata dari keputusannya tersebut di masa depan, entah itu satu atau dua tahun ke depan.
2. Menanti Perubahan Regulasi 2027
Perpindahan ini memang dilakukan di tengah periode krusial bagi MotoGP. Mengingat adanya perubahan aturan besar untuk tahun 2027, termasuk penggunaan mesin 850cc dan ban Pirelli, peta kekuatan pabrikan diprediksi akan berubah drastis.
Kondisi ini membuat keunggulan Yamaha atau pabrikan lain saat ini belum bisa dipastikan ke depannya. Meski demikian, Martin tetap berkomitmen penuh untuk mengakhiri musim bersama Aprilia dengan hasil terbaik. Ia meyakini bahwa timnya tetap memberikan dukungan maksimal meskipun mereka tahu bahwa ia akan segera berseragam pabrikan lain.
"Ini akan menjadi lapangan yang seimbang. Saya percaya pada Fabiano (Sterlacchini, direktur teknis). Saya melihat dia memberikan segalanya untuk membantu saya berkembang," sambung Martin.
Martin menjelaskan bahwa sejak awal tahun, Fabiano telah memberikan perhatian khusus untuk membangkitkan bakat terbaiknya. Ia merasa dukungan tersebut membuahkan hasil hingga dirinya mampu memimpin perburuan gelar juara dunia tahun ini.
Saat ini, Martin meninggalkan MotoGP Inggris 2026 dengan keunggulan 31 poin dari pesaing terdekatnya, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing). Dengan dukungan yang masih mengalir dari pihak Aprilia, ia bertekad untuk terus tampil maksimal hingga hari terakhirnya bersama tim pabrikan Italia tersebut sebelum memulai lembaran baru di Yamaha.










