KenaliGejala Sindrom Nefrotik pada Anak, Ini yang Harus Dilakukan
JAKARTA — Gejala seperti mata dan kaki yang tiba-tiba membengkak pada anak sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan biasa. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda sindrom nefrotik, gangguan pada ginjal yang menyebabkan protein keluar secara berlebihan melalui urine dan membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Melansir National Health Service (NHS), sindrom nefrotik terjadi ketika ginjal mengalami gangguan sehingga protein dalam jumlah berlebih ikut terbuang melalui urine. Kondisi tersebut dapat menyebabkan cairan menumpuk di jaringan tubuh dan meningkatkan risiko anak mengalami infeksi.
Sindrom nefrotik dapat dialami siapa saja, tetapi kondisi ini paling sering pertama kali terdiagnosis pada anak berusia 1 hingga 6 tahun. Pada kasus yang lebih jarang, anak dapat mengalami sindrom nefrotik kongenital atau bawaan lahir. Jenis ini dapat memiliki tingkat keparahan lebih tinggi dan berisiko menyebabkan kerusakan ginjal permanen hingga membutuhkan transplantasi ginjal.
Lantas, apa saja gejala sindrom nefrotik pada anak yang perlu diketahui orang tua? Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, melalui unggahan video di akun Instagram-nya, menjelaskan sejumlah tanda yang perlu diwaspadai.
Gejala Sindrom Nefrotik
Gejala pertama yang umumnya muncul adalah pembengkakan di sekitar mata, terutama yang terlihat lebih jelas pada pagi hari. Seiring kondisi memburuk, pembengkakan dapat meluas ke kaki, perut, tangan, hingga area genital. Anak juga dapat mengalami perubahan pada urine yang menjadi berbusa.
"Apa tanda-tanda sindrom nefrotik pada anak? Yang pertama dimulai dari bengkak biasanya pada mata yang semakin memberat pada pagi hari. Kemudian bengkak ini bertambah ya, bisa ada pada kaki, kemudian pada perut, pada tangan, bahkan kalau sampai berat bisa bengkak pada area genital. Nah, kemudian disertai juga dengan pipisnya yang berbusa," kata dr. Reza, dikutip Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, orang tua perlu segera mengambil tindakan apabila gejala tersebut mulai muncul. Sebab, sindrom nefrotik yang tidak ditangani dapat berkembang dan menimbulkan berbagai komplikasi yang memengaruhi kondisi anak.
Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain sakit perut, penurunan nafsu makan, tubuh terasa lemas, jumlah urine yang berkurang, hingga kenaikan berat badan yang cukup signifikan akibat penumpukan cairan.
"Apabila gejala ini berlanjut dan tidak ditangani, maka lama-lama bisa muncul komplikasi, misalnya anak menjadi sakit perut. Kemudian nafsu makannya menurun, anak menjadi lemas, dan pipisnya menjadi lebih sedikit. Terjadi juga kenaikan berat badan yang cukup signifikan dibandingkan biasanya," jelas dia.
Dr. Reza mengingatkan orang tua untuk tidak mengabaikan pembengkakan atau perubahan urine yang dialami anak. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
"Apabila ada tanda-tanda ini, jangan tunggu lama-lama ya, Moms, semuanya. Harus segera dibawa ke dokter spesialis anak atau dokter ginjal anak untuk nanti akan diperiksa urine, diperiksa albumin darahnya untuk penegakan diagnosis sindrom nefrotik pada anak," pungkas dia.










