Lengan Kebas hingga Tak Bisa Digerakkan, Dokter Ungkap Kondisi Saturday Night Palsy

Lengan Kebas hingga Tak Bisa Digerakkan, Dokter Ungkap Kondisi Saturday Night Palsy

Gaya Hidup | okezone | Jum'at, 31 Juli 2026 - 22:02
share

JAKARTA — Pernahkah kamu terbangun dari tidur dan mendapati salah satu lengan terasa kebas, lemas, hingga sulit digerakkan? Kondisi yang sering memicu kepanikan ini ternyata memiliki penjelasan medis tersendiri.

Dokter sekaligus influencer kesehatan Adam Prabata dalam unggahan di akun Instagramnya menjelaskan bahwa fenomena kebas dan lumpuh sementara pada lengan saat tidur umumnya dipicu oleh kondisi yang dikenal dengan istilah Saturday Night Palsy.

“Pernah mengalami lengan kebas dan tidak bisa digerakkan seperti di video ini? Kondisi ini namanya Saturday Night Palsy yang disebabkan oleh penekanan berkepanjangan pada saraf di lengan,” tulis dr. Adam, dikutip Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut biasanya terjadi akibat posisi tidur yang kurang tepat atau bagian tubuh yang tertindih cukup lama. Misalnya, ketika lengan tertindih oleh kepala sendiri atau orang lain.

“Bila seseorang tidur lama di atas lengan kalian, maka tekanan bisa terjadi di saraf radial yang dapat berujung pada penurunan aliran darah dan penekanan secara mekanik ke saraf,” jelas dia.

Penekanan mekanis serta terhambatnya aliran darah pada saraf radial inilah yang memicu timbulnya berbagai gejala klinis pada area lengan hingga jemari.

“Efeknya adalah terjadi blokir saraf sementara, tanpa kerusakan saraf yang permanen. Keluhan yang dapat muncul antara lain, kelemahan pada tangan dan jari-jari dan mati rasa dan kesemutan mulai dari siku hingga punggung tangan,” tambah dr. Adam.

Meski gejalanya dapat terasa cukup mengkhawatirkan saat pertama kali dirasakan, ia menuturkan bahwa masyarakat tidak perlu terburu-buru panik. Pada sebagian besar kasus, kondisi ini bersifat sementara dan dapat pulih dengan sendirinya seiring membaiknya aliran darah.

“Mayoritas saturday night palsy akan sembuh dengan sendirinya, namun bila tekanannya sangat lama dan/atau berat, pemulihan bisa berjalan lebih lama,” pungkas dr. Adam.

Topik Menarik