Imbas Perang Iran vs AS, Seri Terakhir F1 2026 Kemungkinan Digelar di Eropa
CEO Formula 1 (F1), Stefano Domenicali, merasa mustahil menggelar seri penutup musim ini di kawasan Asia Barat. Ia berencana memindahkan balapan tersebut ke Eropa.
Saksikan F1 2026 langsung secara streaming di beIN Sports via Vision+ dengan klik di sini.
1. Situasi Tidak Jelas
Belum lama ini, F1 resmi mengumumkan soal GP Bahrain 2026 yang akan digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Seri itu akan dihelat pada 2-4 Oktober 2026.
Pemindahan venue tersebut tidak terlepas dari konflik berkepanjangan di kawasan antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Alhasil, balapan tidak mungkin digelar di tengah kondisi yang bergejolak.
Hal yang sama mungkin terjadi pada dua seri terakhir F1 2026 yakni GP Qatar dan Abu Dhabi pada November-Desember. Walau begitu, Domenicali memastikan dua balapan itu tetap digelar.
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
“Buat kami, saat ini, dua balapan tersebut sudah dikonfirmasi. Omong-omong, tiketnya sudah ludes. Itu menunjukkan olahraga ini lebih besar dari masalah yang tengah terjadi,” kata Domenicali, dinukil dari Crash, Jumat (31/7/2026).
2. Eropa
Tapi, pria berpaspor Italia itu menegaskan, melihat situasinya, mustahil menggelar balapan di Qatar dan Abu Dhabi sesuai jadwal. Ia mengapungkan wacana untuk memindahkan venue ke Eropa!
“Tentu saja, jika situasinya tidak jelas, sebelum pertengahan September (2026), kami akan mengambil keputusan. Jika tidak memungkinkan, akhir musim F1 2026 akan di Eropa, karena kami tidak bisa pergi ke benua lain,” tandas Domenicali.
Sejumlah opsi menyeruak untuk menjadi tuan rumah dua balapan tersebut di Eropa, mengacu pada GP Bahrain yang dihelat di Malaysia. Sirkuit Autodromo Enzo e Dino Ferrari di Imola, Italia, jadi kandidat terkuat.
Andai GP Qatar dan Abu Dhabi tidak jadi digelar pun, F1 tetap akan memanggungkan 21 pekan balapan. Jumlah tersebut sudah sesuai kontrak mereka dengan pemegang hak siar.










