Screen Time Berlebihan pada Anak, Kapan Harus Dibatasi dan Bagaimana Caranya?
PENGGUNAAN gawai pada anak kini menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang tua. Tidak sedikit anak yang sulit berhenti bermain gadget meski waktu yang diberikan telah habis.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian. Pasalnya, screen time yang berlebihan dapat memicu ketergantungan jika tidak diatur dengan baik. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?
1. Screen Time Berlebihan pada Anak
Menurut psikolog anak, Maria Ulfah, M.Psi, dalam acara Moning Zone di Youtube Okezone ungkap kunci utamanya adalah konsistensi orang tua dalam menerapkan aturan. Orang tua perlu bersikap tegas dalam memberikan batasan waktu penggunaan gadget, namun tetap disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.
Setiap anak memiliki kebutuhan dan kemampuan mengelola penggunaan gadget yang berbeda. Karena itu, durasi screen time sebaiknya disesuaikan dengan usia anak.
Semakin besar usia anak, durasi penggunaan gadget memang bisa bertambah. Namun, orang tua tetap perlu melakukan pengawasan agar anak tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar.
“Jadi memang konsisten dari orang tua yang memang harus tegas memberikan batasan. Tapi gini, setiap anak itu beda-beda untuk batasan limit dia untuk bermain gadget. Itu disesuaikan dengan usia anak,” ujar Maria.
“Tapi ketika usia tersebut sudah mencapai usia yang cukup banyak bermain gadget, yang bisa dilakukan orang tua, selain memberikan batasan, juga memberikan pengawasan. Kemudian lagi gini, ketika mengambil handphone dari anak, mungkin ada anak yang belum selesai nonton, atau masih extend waktunya,” lanjutnya.
2. Berikan Batasan yang Konsisten
Saat waktu bermain gadget hampir habis, anak mungkin akan meminta tambahan waktu. Misalnya, karena video yang ditonton belum selesai atau permainan belum berakhir.
Dalam kondisi seperti ini, orang tua boleh memberikan toleransi sekali, misalnya tambahan waktu sekitar lima menit. Namun, setelah waktu tambahan tersebut berakhir, aturan harus tetap ditegakkan.
Anak perlu memahami bahwa waktu penggunaan gadget memiliki batas yang harus dipatuhi. Konsistensi orang tua akan membantu anak belajar disiplin dan menghargai aturan.
“Nah, orang tua itu diharapkan tidak apa-apa sekali dulu, berikan waktu tambahan misalnya 5 menit. Tapi kalau sudah lebih dari itu, selesai atau tidak selesai, anak itu sudah harus memberikan handphone. Tegas juga ya itu,” ujar Maria.
3. Screen Time Bukan Hanya Handphone
Banyak orang tua mengira screen time hanya berarti penggunaan ponsel. Padahal, semua perangkat yang memiliki layar termasuk dalam kategori screen time, yakni televisi, tablet, laptop atau computer, smartphone, dan konsol game dengan layar.
Artinya, jika anak sudah selesai menggunakan ponsel, kemudian langsung beralih menonton televisi atau bermain tablet, total screen time tetap bertambah. Karena itu, orang tua perlu menghitung keseluruhan waktu yang dihabiskan anak di depan berbagai jenis layar, bukan hanya penggunaan handphone.
“Dan juga jangan salah, screen time itu bukan hanya handphone. Apa itu? TV, screen time itu TV, tablet, laptop, apa pun itu yang berbentuk layar. Jadi jangan cuma, oke, handphonenya diambil, habis itu nonton TV, atau tidak diberikan laptop, itu tidak sama saja,” tutupnya.










