Duduk Perkara Pembunuhan Anak Punk di Bekasi, Selebgram Mondy Tatto Ditetapkan Tersangka!

Duduk Perkara Pembunuhan Anak Punk di Bekasi, Selebgram Mondy Tatto Ditetapkan Tersangka!

Terkini | okezone | Jum'at, 24 Juli 2026 - 02:00
share

JAKARTA - Polisi membeberkan kronologi lengkap dugaan kasus pengeroyokan anak punk hingga berujung pembunuhan di Cikarang, Jawa Barat. Peristiwa itu melibatkan selebgram Dita Restu Amanda alias Mondy Tatto.

"Jadi ada dua laporan polisi yang kita tangani, pertama laporan pengeroyokan, pelakunya si Donal sama si Mondi. Kedua, pelaku penusukan yang menyebabkan mati, itu pelakunya satu orang atas nama Darmin," ujar Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat, AKP Engkus Kusnadi pada wartawan, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, kasus pertama kaitannya dugaan pengeroyokan dengan pelaku Mondy Tatto dan Donal, peristiwa itu viral di media sosial. Kasus itu bermula saat korban, Faisal hendak meminjam motor milik Mondy Tatto, sedangkan motor itu tengah dipakai Donal.

"Sementara motor itu sedang dikuasai atau dipakai sama Donal akhirnya cekcok mulut sampai terjadi perkelahian. Kalau secara normal itu hal yang wajar, cuma masalahnya ini pengaruh sama minuman," tuturnya.

Dia menerangkan, cekcok hingga perkelahian sebagaimana dalam video viral itu dipicu oleh alkohol karena mereka baru saja minum-minum. Selain itu, ada perasaan pribadi seperti dendam antara korban dengan Donal lantaran korban menyukai Mondy Tatto, tapi Mondy justru jalan bersama Donal.

"Kita tidak tahu pacaran atau enggak, dia hanya punya hubungan dekat sajalah, jalan ke sana-sini bareng antara si Donal dengan si Mondy," jelasnya.

Dugaan kasus pengeroyokan viral itu terjadi di depan sebuah salon kawasan Jalan Kiai Asnawi depan Pasar Beras. Kaitannya kasus dugaan pengeroyokan itu, polisi mengamankan dan menetapkan Mondy Tatto dan Donal sebagai tersangka, keduanya dikenakan pasal 262 ayat 2.

Pengeroyokan itu selesai setelah dilerai oleh teman-teman mereka, baru setelah itu terjadi peristiwa dugaan kasus pembunuhan dengan lokasi berbeda, yakni di kontrakan Mondy Tatto. Peristiwa dugaan penusukan hingga membuat Faisal tewas itu dilakukan Darmin pasca perkelahian yang viral itu.

"Jadi ini kan sama-sama kawan, sama-sama kelompok seperti itulah, ngamen, anak punk, dan lain-lain. Nah kalau terkait perkara penusukan yang mengakibatkan mati, jadi si pelaku ini atas nama Darmin itu mendengar kalau Mondy-Donal ini lagi berantem sama korban, sama si Faisal," bebernya.

 

Dia mengungkap, dugaan kasus pengeroyokan itu terjadi pada pukul 21.00 WIB, sedangkan kasus penusukan terjadi pukul 03.00 WIB. Kasus penusukan diawali korban bersama Mondy Tatto, Donal, Darmin, hingga teman-teman kelompok mereka berkumpul di rumah ketua anak punk.

"Mulainya jam 24.00 WIB, pelaku, korban, sama kawan-kawannya itu ngumpul di rumahnya ketua anak punk, namanya Sultan di daerah Ceger. Minum-minum, selesailah sampai jam 03.00 WIB, jam 03.00 WIB mereka pada kembali ke kontrakannya si Mondy di Kampung Jatibaru, Kalijaya, Cikarang Barat," paparnya.

Engkus memaparkan, saat berkumpul di rumah ketua anak punk melakukan minum-minum hingga ke kontrakan Mondy Tatto, korban dan pelaku masih akur semua. Mendadak, saat pukul 04.00 WIB, korban Faisal kembali terlibat cekcok dan perkelahian dengan Mondy Tatto dan Donal.

"Pelaku ini tahu dalam kontrakan tuh si Mondy, si Donal, sama si Faisal ini lagi berantem lagi di dalam kontrakannya si Mondy. Akhirnya si pelaku ini masuk berniat melerai malah dikepruk pakai gas melon sama korban," bebernya.

 

Dia mengungkap, saat pelaku Dormin hendak melerai dengan mengatakan pada korban, lu kalau berani jangan sama perempuan, korban membalas perkataan pelaku dengan memukulnya menggunakan gas melon. Pelaku yang kesal lalu mengeluarkan pisau yang sudah dibawa dan dipinjam dari temannya itu untuk jaga-jaga.

"Nah, dari kejadian itu pelaku ngambil pisau yang sudah disiapkan, ditusuk di situ. Pertama kali di kontrakannya si Mondy, dia ditusuk di bagian punggung belakang, sesuai dengan hasil otopsinya. Habis ditusuk itu, si korban tuh lari ke kontrakan sebelahnya, selang 3 kontrakan, di situ TKP kedua, masih ditusuk sampai 7 kali tusukan," jelasnya.

Dia menambahkan, saat keluar ke jalanan pun korban masih ditusuk hingga akhirnya jatuh tersungkur di depan pagar kontrakan, sedangkan pelaku kembali ke kontrakan Mondy. Teman-teman mereka lantas membawa korban ke rumah sakit hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

"Dikuatkan dengan hasil autopsi bahwa penyebab kematian itu akibat luka tusukan di dada sebelah kanan yang nembus ke paru-paru sehingga menyebabkan pendarahan," pungkasnya.

Topik Menarik