5 Fakta Antrean BBM di SPBU hingga Prajurit TNI Jadi Sopir Tangki Pertamina

5 Fakta Antrean BBM di SPBU hingga Prajurit TNI Jadi Sopir Tangki Pertamina

Ekonomi | okezone | Senin, 20 Juli 2026 - 08:01
share

JAKARTA - Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kota Medan dan sekitarnya mulai berangsur normal. Pemerintah hingga Pertamina gerak cepat untuk menangani masalah distribusi BBM agar kembali normal.

Sebelumnya, warga mengeluhkan antrean panjang di SPBU Kota Medan dan sekitarnya hingga berjam-jam. Antrean panjang dipicu bukan karena stok BBM langka, namun adanya pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

Di sisi lain prajurit TNI menjadi sopir truk tangki BBM milik Pertamina. Hal ini untuk mempercepat distribusi BBM ke SPBU-SPBU.

Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta antrean BBM di SPBU hingga prajurit TNI menjadi sopir truk tangki BBM milik Pertamina, Jakarta, Senin (20/7/2026).

1. Antrean di SPBU Medan Mulai Kembali Normal

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan kondisi penyaluran BBM di Kota Medan dan sekitarnya terus menunjukkan perbaikan. Berbagai upaya percepatan distribusi yang dilakukan secara intensif dalam beberapa hari terakhir berdampak pada semakin lancarnya pelayanan di SPBU. 

Hingga hari ini, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Medan mulai kembali normal seiring optimalisasi distribusi yang terus dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan Pertamina terus mengoptimalkan seluruh rantai pasok energi guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Kondisi penyaluran BBM di Kota Medan terus menunjukkan perkembangan yang positif. Antrean di sejumlah SPBU mulai kembali normal sebagai hasil dari berbagai upaya percepatan distribusi yang kami lakukan bersama seluruh pemangku kepentingan. Kami akan terus mengoptimalkan operasional hingga pelayanan kepada masyarakat kembali normal sepenuhnya," ujar Fahrougi, Sabtu (18/7/2026).

Untuk mempercepat pemulihan distribusi, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan Integrated Terminal Medan Group selama 24 jam, menambah armada mobil tangki melalui skema spot charter, memperkuat personel Awak Mobil Tangki (AMT), serta mengoptimalkan suplai dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe. 

Upaya tersebut didukung melalui sinergi bersama BPH Migas, TNI, Polri, pemerintah daerah, Hiswana Migas, pengusaha SPBU, dan mitra transportir sehingga distribusi BBM dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

Selain itu, Pertamina terus melakukan pemantauan terhadap stok dan penyaluran di seluruh SPBU. Apabila terjadi peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, penyesuaian pasokan segera dilakukan melalui skema Reguler Alternatif Emergency (RAE) untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

 

2. BPH Migas Turun Tangan

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengawal upaya percepatan normalisasi distribusi(BBM yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). 

Berbagai langkah penguatan distribusi yang dijalankan secara intensif mulai menunjukkan hasil. Kondisi antrean di sejumlah SPBU, khususnya di Kota Medan dan wilayah sekitarnya, berangsur terurai sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin membaik.

Untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah meningkatkan sekitar 35 persen kapasitas armada mobil tangki beserta Awak Mobil Tangki, mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan BBM melalui fasilitas Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli. Berbagai langkah tersebut mendorong peningkatan penyaluran BBM ke SPBU hingga mencapai 120–125 persen dibandingkan kondisi normal.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa kondisi stok BBM di Sumatera Utara saat ini dalam kondisi aman. Pasokan juga terus diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

“Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini,” ujar Wahyudi.

Menurutnya, peningkatan suplai BBM hingga 120–125 persen merupakan langkah percepatan yang dilakukan untuk mempercepat normalisasi pelayanan di SPBU.

“Ini menambah peningkatan suplai kepada SPBU hingga 120 sampai 125. Kita terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan, dari kondisi sebelumnya sebesar 112 menjadi 120-125. Ini merupakan upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat,” tegasnya.

3. Penyebab Antrean BBM di SPBU

Peningkatan kebutuhan BBM dalam beberapa hari terakhir terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk dimulainya kembali kegiatan sekolah dan perkantoran yang mendorong kenaikan mobilitas.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan meningkatnya konsumsi BBM di wilayah Medan direspons dengan percepatan penguatan kapasitas distribusi agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan.

"Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan BBM di Medan juga mengalami kenaikan sekitar 5–10 persen dibandingkan rata-rata harian. Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal," ujar Kitty, Rabu (15/7/2026).

Di tempat berbeda, Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya mengakui dalam beberapa waktu terakhir terjadi antrean di sejumlah SPBU di berbagai daerah. Menurutnya, berdasarkan penjelasan yang diterima, antrean tersebut salah satunya dipicu oleh pergeseran pola konsumsi masyarakat dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi.

"Dijelaskan bahwa terkait dengan antrean tersebut mungkin disebabkan antara lain, karena pertama adanya shifting daripada masyarakat yang tadinya menggunakan produk-produk BBM spek tinggi, non-subsidi, beralih kepada BBM subsidi," lanjutnya.

 

4. Pertamina Tindak Tegas Sopir Mobil Tangki Nakal

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan distribusi BBM dengan memberikan tindakan tegas kepada sopir mobil tangki yang terbukti melakukan pelanggaran.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan penegakan disiplin merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga keamanan, keselamatan, dan kualitas layanan distribusi BBM.

"Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi BBM. Seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal," ujar Kitty.

Pertamina Patra Niaga memastikan langkah tersebut tidak mengganggu operasional. Saat ini, distribusi BBM ke SPBU di wilayah Medan telah berjalan normal dan stok BBM dalam kondisi aman.

5. Prajurit TNI Jadi Sopir Truk Tangki BBM

Di sisi lain, Penguatan Awak Mobil Tangki (AMT) oleh Elnusa Petrofin selaku mitra transportasi terus diperkuat melalui kerja sama dengan Bekang TNI guna mendukung kelancaran operasional distribusi.

"Kami memastikan seluruh infrastruktur distribusi di wilayah Sumatera Utara bekerja secara maksimal. Operasional terminal selama 24 jam, penambahan armada mobil tangki, penguatan personel Awak Mobil Tangki, hingga pengoperasian SPBU selama 24 jam merupakan langkah percepatan yang kami lakukan agar distribusi BBM dapat kembali normal secepat mungkin. Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar proses distribusi berjalan lancar,” kata Direktur Optimasi Hilir & Distribusi Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo, Kamis (16/7/2026).

Hari menyampaikan bahwa tidak terdapat aksi mogok kerja Awak Mobil Tangki (AMT). Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga keandalan distribusi BBM dengan memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi maupun pelayanan kepada masyarakat. Apabila terdapat personel yang terbukti tidak menjalankan prosedur operasional sesuai ketentuan, perusahaan akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Di tempat lain, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan prajurit TNI menjadi sopir truk tangki BBM milik Pertamina. 

Prasetyo menekankan bahwa kehadiran prajurit TNI sebagai sopir adalah untuk memastikan proses distribusi BBM berjalan lancar tanpa gangguan. 

"Bukan masalah TNI-nya, tapi bagaimana memastikan seluruh proses distribusi tidak boleh ada gangguan sedikitpun," ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). 

Prasetyo menjelaskan, kehadiran prajurit TNI sebagai sopir diperlukan agar kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi. 

"Untuk memastikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat semua terpenuhi," katanya.

Topik Menarik