Legenda Timnas Spanyol Ditolak Masuk AS Jelang Final Piala Dunia 2026, Minta Bantuan Donald Trump
JAKARTA - Mantan pemain Timnas Spanyol, Joan Capdevila, tidak dapat pergi untuk menonton pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina yang digelar di Amerika Serikat (AS). Ia pun meminta bantuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar untuk menonton pertandingan final.
1. Ditolak Masuk AS
Diketahui, sejumlah legenda Spanyol terpantau menonton langsung untuk memberikan dukungan kepada Lamine Yamal dan kawan-kawan.
Namun, nasib berbeda dialami Capdevilla. Ia justru ditolak masuk AS. Ia pun menyebut akun X
"SAYA BUTUH BANTUAN @realDonaldTrump!" tulis Capdevila di akun X pribadinya, dikutip Minggu (19/7/2026).
Ia mengungkapkan, dirinya dan anak-anaknya tak dapat masuk ke AS karena ESTA miliknya ditolak. ESTA adalah sistem otomatis yang menentukan apakah seorang pengunjung internasional berhak memasuki AS tanpa visa tradisional maksimal selama 90 hari.
"Mereka baru saja memberi tahu saya bahwa saya tidak dapat pergi ke final bersama anak-anak saya karena ESTA saya ditolak," katanya dalam akun X pribadinya, dikutip Minggu (19/7/2026).
"Bisakah seseorang membantu saya dengan ini? Anda tidak tahu betapa senangnya saya berada di sana bersama semua rekan setim saya di tahun 2010 dan tim ini untuk menyemangati mereka," katanya.
Ia mengaku tak meyangka tak dapat izin untuk bisa nonton final Piala Dunia 2026 di AS.
"Saya tidak percaya mereka tidak mengizinkan saya masuk ke AS... dan bahwa saya akan melewatkan momen seperti ini bersama anak-anak saya yang sangat mencintai sepak bola," katanya.
"Jika ada yang tahu cara memperbaikinya, saya akan berterima kasih seumur hidup," ucapnya.
Sementara itu, Capdevila meyakini bahwa ia dicekal masuk AS karena pernah bermain di Teheran pada 2016, katanya kepada Radio Cope. Saat itu, ia menjadi bagian tim legenda La Liga yang menghadapi All-Stars dari Iran.
2. Bawa Spanyol Juara Dunia 2010
Mantan bintang Villarreal ini merupakan bagian penting dari kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2010, karena ia bermain di setiap menit turnamen, melansir Sport Bible.
Vicente del Bosque mempercayai Capdevila untuk mengisi posisi bek kiri, menjadi bagian dari pertahanan yang hanya kebobolan dua gol sepanjang turnamen, keduanya terjadi di babak penyisihan grup.
Capdevila adalah satu-satunya pemain dalam susunan pemain inti Spanyol di final Piala Dunia yang saat itu tidak bermain untuk Real Madrid atau Barcelona.
Ia menjadi bagian yang vital saat menyerang maupun bertahan. Capdevilla juga termasuk sosok yang mobil saat kompetisi tersebut. Ia termasuk di antara sepuluh pemain teratas dalam kompetisi dalam hal jarak tempuh, dengan berlari sejauh 71,79 km.






