Perjalanan Timnas Argentina ke Final Piala Dunia 2026: Selalu Menang dan Magis Messi

Perjalanan Timnas Argentina ke Final Piala Dunia 2026: Selalu Menang dan Magis Messi

Terkini | okezone | Minggu, 19 Juli 2026 - 14:06
share

JAKARTA - Timnas Argentina akan menghadapi Timnas Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Jika berhasil keluar sebagai pemenang, ini akan menjadi keempat kalinya Argentina memenangi Piala Dunia. Selain itu, jika menang, Argentina akan back to back juara dunia, menyamai prestasi yang ditorehkan Italia dan Brasil. 

Laga final itu akan tersaji di Metlife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat (AS), pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Pertandingan final Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung sengit karena keduanya merupakan tim tangguh yang menempati posisi 2 teratas ranking FIFA. 

1. Perjalanan Argentina ke Final 

Argentina yang hadir di Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan tergabung di Grup J bersama Austria, Aljazair, dan Yordania.

La Albiceleste berhasil keluar sebagai juara grup dengan hasil sempurna yakni 9 poin. Argentina berhasil mengalahkan Aljazair 3-0, Austria 2-0, serta menundukkan Yordania 3-1. 

Hasil ini membawa Argentina lolos ke 32 besar dan menghadapi Cape Verde. Di luar dugaan, tim debutan Piala Dunia itu berhasil memaksakan pertandingan tersebut hingga babak perpanjangan waktu. Lionel Messi dan kawan-kawan susah payah menundukkan Cape Verde lewat skor 3-2. Gol bunuh diri pemain Cape Verde Diney Borges membuat Argentina lolos ke 16 besar. 

Timnas Argentina vs Cape Verde di Piala Dunia 2026

Pada babak 16 besar, Argentina bertemu perwakilan Afrika yakni Mesir. Lebih diunggulkan, Argentina justru tertinggal 2-0 lebih dulu. Namun, anak asuh Lionel Messi berhasil bangkit hingga memenangi pertandingan dengan skor 3-2. 

Pada babak perempatfinal Piala Dunia 2026, Argentina juga bersusah payah menundukkan Timnas Swiss lewat babak perpanjangan waktu setelah skor berakhir imbang 1-1 dalam waktu normal. Pada babak extra time itu, Argentina berhasil mencetak 2 gol lewat Julian Alvarez dan Lautaro Martinez sehingga menang 3-1 atas Swiss. 

Argentina kembali menghadapi pertandingan yang ketat ketika berjumpa Inggris di semifinal. Setelah bermain 0-0 pada babak pertama, Argentina tertinggal 1-0 lewat Anthony Gordon. 

Namun, di sisa waktu yang ada Argentina berhasil bangkit. Enzo Fernandez berhasil menyamakan kedudukan dan Lautaro Martinez menjadi penyelamat lewat gol telatnya pada menit ke-90+2. Kedua memanfaatkan umpan dari Lionel Messi. 

Pada final nanti, Argentina akan menghadapi Spanyol yang merupkan tim dengan pertahanan terbaik di Piala Dunia. Argentina memiliki 2. modal penting untuk memenangi laga final besok. 

 

2. Produktivitas dan Mentalitas

Pasalnya, Argentina selalu menang pada pertandingan Piala Dunia 2026. Argentina juga menjadi salah satu tim yang produktif di Piala Dunia. Total Timnas Argentina mencetak 19 gol dengan 7 kebobolan. 

Selain produktivitas, Argentina berhasil menunjukkan mentalitasnya sebagai kandidat kuat juara. Ini dibuktikan saat comeback melawan Mesir dan Inggris. 

Faktor lainnya yang membuat Timnas Argentina bakal habis-habisan pada final besok adalah laga nanti bakal menjadi pertandingan terakhir Lionel Messi di Piala Dunia. Pasalnya, saat ini Messi sudah berusia 39 tahun. Kemenangan bakal menjadi kado manis untuk mengakhiri catatan impresif Lionel Messi di Piala Dunia. 

Sejauh ini, Messi telah mencetak 8 gol dan 4 assist di Piala Dunia. Sementara itu, Messi juga sudah mencetak 21 gol sepanjang masa Piala Dunia, yang kini berada di bawah Kylian Mbappe (Prancis) yang total mencetak 22 gol sepanjang sejarah Piala Dunia. 

Pertandingan final besok merupakan kali ke 7 bagi Argentina. Pada 6 laga final sebelumnya, La Albiceleste berhasil 3 kali keluar sebagai pemenang dan 3 lainnya kalah. Jika berhasil menang, akan menambah gelar juara dunia Timnas Argentina menjadi 4 kali atau menyamai Italia. 

Selain itu, kemenangan pada final nanti akan membawa Argentina berhasil back to back juara dunia menyamai prestasi Italia dan Brasil. Italia berhasil back to back juara dunia pada 1934 dan 1938, sementara Brasil pada 1958 dan 1962. 

Topik Menarik