Keseleo Lidah, Trump Sebut Kapal Induk AS Diserang Rudal "Republik Islam Jepang"

Keseleo Lidah, Trump Sebut Kapal Induk AS Diserang Rudal "Republik Islam Jepang"

Terkini | okezone | Jum'at, 10 Juli 2026 - 00:05
share

ANKARA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya keseleo lidah dengan mengatakan bahwa "Republik Islam Jepang" menembakkan 111 rudal ke kapal induk USS Abraham Lincoln "beberapa bulan yang lalu". Ia menyampaikan komentar tersebut pada tanggal 8 Juli saat berbicara kepada pers bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.

"Kita memiliki kapal induk yang merupakan salah satu yang terindah di dunia, salah satu yang terbesar, USS Abraham Lincoln," kata Trump, sebagaimana dilansir USA Today. "Dan beberapa bulan yang lalu, seperti yang saya ceritakan kemarin, kita dihujani 111 rudal oleh Republik Islam Jepang."

Presiden kemudian mengatakan bahwa rudal-rudal tersebut ditembakkan ke kapal induk selama satu jam dan semuanya berhasil dicegat.

USS Abraham Lincoln dan Perang di Iran

Pada Februari, AS menembak jatuh sebuah drone yang "secara agresif" mendekati USS Abraham Lincoln saat berlayar di Laut Arab, sekitar 500 mil dari pantai selatan Iran, menurut laporan. Insiden itu terjadi tak lama sebelum AS dan Israel menyerang Iran, yang memicu perang yang kini telah berlangsung selama empat bulan.

Bulan berikutnya, Iran mengatakan telah menyerang USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik. Dalam sebuah unggahan di platform X, Komando Pusat AS membantah laporan tersebut dengan menulis: "Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran. Lincoln terus meluncurkan pesawat untuk mendukung kampanye tanpa henti CENTCOM untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran."

Aliansi Militer AS-Jepang

Amerika Serikat dan Jepang telah menjadi sekutu militer selama hampir 75 tahun. Kedua negara menandatangani perjanjian pada tahun 1952, tujuh tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II, menurut situs web resmi Kongres AS. Mereka juga memiliki perjanjian pertahanan bersama, dengan sekitar 60.000 pasukan AS saat ini ditempatkan di sekitar Jepang.

Topik Menarik