Tolak Pajak JHT dan Pesangon, Said Iqbal Tantang Purbaya Bertemu Langsung

Tolak Pajak JHT dan Pesangon, Said Iqbal Tantang Purbaya Bertemu Langsung

Ekonomi | okezone | Senin, 6 Juli 2026 - 15:17
share

JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menolak rencana pengenaan pajak atas Jaminan Hari Tua (JHT) dan pesangon buruh. Menurutnya, pesangon merupakan pendapatan terakhir buruh ketika kehilangan pekerjaan.

"Sikap dari KSP-PB menolak pajak JHT. Itu tabungan sosial. Masa negara tega orang nabung, keringatnya buruh, darahnya buruh, nabung kemudian dipotong pajak," kata Said saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).

Adapun, rencana tarif pajak tersebut akan dibebankan kepada pekerja sebesar 5 persen yang memiliki saldo JHT di atas Rp50 juta. Namun, menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, rencana ini tidak akan berdampak luas terhadap peserta JHT.

"Yang Rp50 juta ke atas 5 persen, di bawah Rp50 juta 0 persen. Kata Menteri Purbaya, yang Rp50 juta ke atas cuma di bawah 1 persen orang. Ya sudah kalau begitu, kalau cuma sedikit orang, hapusin saja semua," tuturnya.

Menurutnya, rencana kebijakan tersebut belum tepat diterapkan, mengingat kondisi ekonomi saat ini belum stabil.

"Kan kita dalam keadaan yang tidak terlalu baik-baik saja situasi ekonomi. Nanti kalau ekonomi sudah membaik, silakan baru diskusi lagi," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Said mengaku telah beberapa kali meminta bertemu dengan Purbaya selaku Penasihat Khusus Presiden untuk membahas persoalan tersebut. Namun, ia menyebut belum mendapat respons dari pihak Purbaya.

"Saya maaf ya melalui kawan-kawan media nih, sudah dua kali tiga kali saya minta ketemu Menteri Purbaya sebagai Penasihat Khusus Presiden tapi enggak direspons," kata Said.

"Jadi kan Pak Purbaya menyatakan, 'Oh Iqbal enggak pernah kirim surat'. Iya, saya dengan Pak Purbaya kan sejajar, karena saya minta ketemunya sebagai Penasihat Khusus Presiden, bukan sebagai KSPI. Saya setingkat menteri, beliau menteri," sambungnya.

Dalam upayanya berdialog langsung dengan Purbaya, Said mengaku telah mengajukan surat resmi agar pertemuan tersebut dapat terlaksana. Namun, Purbaya, kata dia, tak kunjung bisa ditemui dengan alasan memiliki agenda di luar kota.

"Alasannya suruh bikin surat. Okelah kita merendah sedikit, enggak apa-apa lah demi orang kecil. Kita bikin surat. Kita bikin surat, jawabannya lagi di luar kota. Ah ini mah menghindar aja lah," tuturnya.

Topik Menarik