Resmi! Dewa United dan Jan Olde Riekerink Putuskan Berpisah
TANGERANG — Dewa United resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Jan Olde Riekerink menjelang bergulirnya Super League 2026–2027. Keputusan ini menyudahi kebersamaan kedua belah pihak yang telah berlangsung selama empat musim terakhir.
Presiden Dewa United FC, Ardian Satya Negara, mengatakan Jan Olde Riekerink memiliki peran besar dalam proses bertumbuhnya klub hingga berada di titik saat ini. Jadi, dia sangat mengapresiasi kontribusi Jan Olde Riekerink.
"Coach Jan datang ketika kami masih berada di tahap awal membangun klub. Dalam empat musim, beliau membantu kami bertumbuh sedikit demi sedikit," ujarnya di Dewa United Arena, Tangerang, Sabtu (4/7/2026).
"Dari tim yang berjuang keluar dari papan bawah, kemudian mampu bersaing di papan atas, hingga akhirnya membawa Dewa United merasakan atmosfer kompetisi Asia untuk pertama kalinya. Perjalanan itu tentu tidak lepas dari dedikasi dan kerja keras beliau bersama seluruh staf pelatih," tambahnya.
1. Apresiasi Tertinggi untuk sang Juru Taktik
Ardian menambahkan, capaian yang diraih selama empat musim terakhir akan selalu menjadi bagian dari sejarah Dewa United. Dia mengatakan ada banyak momen yang akan selalu dikenang bersama, termasuk ketika klub berhasil finis sebagai runner-up Liga 1 dan tampil di kompetisi Asia.
"Itu adalah titik penting dalam perjalanan Dewa United, dan Coach Jan memiliki peran yang sangat besar di dalamnya," sambung Ardian.
Meski kerja sama telah berakhir, Ardian menegaskan bahwa perpisahan ini dilakukan dengan penuh rasa hormat. Jan Olde Riekerink selalu punya tempat spesial di Dewa United.
"Dalam sepak bola, setiap perjalanan pasti memiliki akhirnya masing-masing. Hari ini kami menutup satu bab yang penuh makna dengan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi," lanjutnya.
"Kami mendoakan Coach Jan dan jajarannya beserta keluarga selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan untuk perjalanan berikutnya. Apa yang telah beliau berikan akan selalu menjadi bagian dari sejarah Dewa United Banten FC," imbuh Bos Dewa United tersebut.
2. Berakhirnya Perjalanan Empat Musim
Selama empat musim, Jan Olde tidak hanya membawa perubahan dari sisi permainan, tetapi juga menanamkan fondasi yang membuat Dewa United mampu berkembang secara konsisten. Perjalanan itu tercermin dari pencapaian tim di setiap musim.
Dewa United menutup musim pertamanya bersama Jan Olde di peringkat ke-17 Liga 1. Setahun kemudian, tim melesat ke posisi kelima sebelum mencatat sejarah pada musim 20242-25 dengan finis sebagai runner-up Liga 1 sekaligus memastikan langkah perdana klub di kompetisi Asia.
Pada musim 2025-2026, Dewa United kembali mencatatkan pengalaman baru dengan menembus babak perempat final AFC Challenge League. Di kompetisi domestik, tim mengakhiri musim di peringkat ketujuh, menutup empat tahun perjalanan yang dipenuhi berbagai pencapaian bersejarah bagi klub.










