Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza

Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza

Terkini | okezone | Jum'at, 26 Juni 2026 - 16:14
share

JAKARTA – Penyelidik dari sebuah komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza, hampir tiga tahun setelah rezim Zionis melancarkan kampanye penghancuran yang sebagian besar menargetkan warga sipil di wilayah kantong tersebut. Dalam laporannya pekan ini, penyelidik PBB menuduh Israel secara sengaja menargetkan anak-anak Palestina, yang merupakan faktor kunci dalam "genosida" di Gaza.

Dalam laporan pada Selasa (23/6/2026), Komisi Penyelidikan Independen Internasional PBB mengatakan telah menemukan bukti bahwa "anak-anak Palestina telah sengaja ditargetkan dan dibunuh oleh pasukan keamanan Israel". Hal ini, kata komisi tersebut, merupakan faktor kunci dalam menetapkan "niat genosida dari otoritas dan pasukan keamanan Israel untuk menghancurkan kelompok Palestina yang lebih besar di Gaza".

Tim investigasi beranggotakan tiga orang, yang tidak berbicara atas nama PBB sendiri, pertama kali menetapkan dalam sebuah laporan September lalu bahwa Israel telah melakukan "genosida" dalam perang di Gaza – sebuah temuan yang ditolak mentah-mentah oleh Israel.

Tuduhan Israel melakukan genosida di Gaza juga datang dari para ahli genosida terkemuka, kelompok hak asasi manusia, dan sedang diselidiki dalam kasus yang diajukan oleh Afrika Selatan di Mahkamah Internasional.

Dalam laporan lanjutannya pada Selasa, para penyelidik mengatakan bahwa skala intens dan sifat sistematis operasi militer Israel terus berlanjut, mengakibatkan kematian, cedera, dan trauma yang "belum pernah terjadi sebelumnya" pada anak-anak Palestina.

Ada "alasan yang masuk akal" untuk menyimpulkan bahwa otoritas dan pasukan keamanan Israel "terus melakukan kejahatan genosida" di Gaza, kata mereka.

Israel, yang telah lama mengkritik keras komisi tersebut, mengecam laporan itu sebagai "fitnah" dan "kebohongan yang memfitnah". Rezim Zionis menuduh para penyelidik mengabaikan "taktik brutal Hamas, yang tanpa ampun menyerang anak-anak Israel dan menggunakan anak-anak Palestina sebagai perisai manusia".

 

Masa Kanak-Kanak 'Terhapus' di Gaza

Komisi, yang dibentuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada tahun 2021, meneliti dalam laporan terbarunya kejahatan yang memengaruhi anak-anak Palestina, dan bagaimana kondisi kehidupan yang dipaksakan oleh Israel di Gaza "mengakibatkan kematian anak-anak yang sebenarnya dapat dicegah".

"Otoritas dan pasukan keamanan Israel telah dengan sengaja menargetkan anak-anak Palestina yang mengakibatkan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang di Jalur Gaza, dan kejahatan perang di Tepi Barat," kata tim tersebut dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir New Arab.

Komisi tersebut mengatakan bahwa cedera fisik dan mental yang parah, trauma massal, yatim piatu, perpisahan, kecacatan, pengungsian berulang, kelaparan, dan runtuhnya pendidikan dan perawatan kesehatan telah "menghapus masa kanak-kanak" di Gaza dan akan terus memengaruhi anak-anak di wilayah tersebut sepanjang hidup mereka.

"Dengan menargetkan anak-anak, Israel menyerang kemampuan rakyat Palestina untuk eksis dan menentukan masa depan mereka," kata hakim India Srinivasan Muralidhar, yang memimpin penyelidikan tersebut.

"Bahkan setelah gencatan senjata Oktober 2025, anak-anak terus terbunuh dan terluka parah."

'Strategi untuk Menghancurkan'

Laporan ini muncul beberapa hari setelah badan anak-anak PBB, UNICEF, mengatakan setidaknya 265 anak telah tewas dan ratusan lainnya terluka di Gaza sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku.

UNICEF mengatakan anak-anak telah ditembak, dibom, dan ditabrak oleh quadcopter, tewas di tenda, di sekolah, dan saat bermain sepak bola atau memancing.

Perang Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 73.000 orang, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut.

Penyelidikan PBB menyatakan bahwa selama dua tahun pertama perang, setidaknya 20.179 anak tewas dan 44.143 terluka "sebagai akibat langsung dari permusuhan di Gaza".

Pembunuhan dan penganiayaan terhadap anak-anak Palestina "merupakan bagian dari strategi untuk menghancurkan kesinambungan biologis dan keberadaan masa depan kelompok Palestina di Gaza", kata laporan itu.

 

Disabilitas sebagai 'Realitas Demografis'

Dengan menargetkan anak-anak, laporan itu mengatakan, "Israel mengikis struktur dasar masyarakat Palestina, melemahkan vitalitas demografis".

Israel bertanggung jawab atas terjadinya "krisis anak yatim piatu yang parah", sementara anak-anak yang terluka "menghadapi disabilitas seumur hidup" – sekarang menjadi "realitas demografis yang menentukan" di antara anak-anak Gaza, kata laporan itu.

Pengepungan Gaza "secara langsung merusak kesehatan reproduksi dan bayi baru lahir", sementara runtuhnya program kesehatan masyarakat "mengikis kondisi yang diperlukan untuk generasi penerus yang sehat".

Laporan tersebut mencantumkan divisi, brigade, dan unit Israel yang mungkin bertanggung jawab atas pembunuhan anak-anak, dalam insiden spesifik di Gaza dan Tepi Barat.

Selain Gaza, komisi tersebut juga mendokumentasikan peningkatan tajam kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel terhadap anak-anak Palestina di Tepi Barat, yang telah diduduki Israel sejak 1967.

Komisi tersebut mendesak semua negara anggota PBB, termasuk Israel, untuk memastikan pertanggungjawaban atas kejahatan yang dilakukan.

Topik Menarik