Breaking News: Tan Cheng Hoe Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Interim Timnas Malaysia
KUALA LUMPUR – Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi mengambil langkah besar untuk mengisi kekosongan di kursi kepelatihan tim nasional (Timnas) Malaysia. Juru taktik berpengalaman, Tan Cheng Hoe, resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala interim (sementara) skuad Harimau Malaya untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Peter Cklamovski.
Keputusan penunjukan ini diambil setelah melalui pertimbangan matang mengenai rekam jejak, jam terbang, serta pemahaman mendalam sang pelatih terhadap seluk-beluk sepak bola Malaysia. FAM meyakini kombinasi keahlian dan pengetahuan luas yang dimiliki pria berusia 58 tahun tersebut akan menjadi aset yang sangat berharga untuk mendongkrak kembali performa tim nasional di panggung internasional.
1. Kembalinya sang Mantan
Penunjukan ini seolah menjadi momen turun gunung bagi Tan Cheng Hoe. Sebelum kembali memegang kendali taktik di lapangan, ia sebenarnya sudah kembali ke pangkuan FAM sejak April 2025 dengan mengemban amanah sebagai Direktur Teknik Timnas Malaysia.
Rekam jejak Cheng Hoe bersama Harimau Malaya sendiri sudah terbentang hampir dua dekade. Ia mengawali pengabdiannya sebagai Asisten Pelatih Timnas U-20 (2005-2009) dan U-23 (2009-2010).
Periode emasnya sebagai asisten pelatih tersaji saat membantu Datuk K. Rajagobal membawa Malaysia menyabet medali emas SEA Ganes 2009 dan merengkuh trofi Piala AFF 2010. Puncaknya, saat ditunjuk sebagai pelatih kepala utama pada periode 2017-2021, ia sukses mengantar Malaysia menjadi runner-up Piala AFF 2018.
2. Pelatih Sarat Pengalaman
Reputasi Cheng Hoe tidak hanya mentereng di level internasional, tetapi juga di kompetisi domestik dan regional. Ia merupakan sosok di balik kejayaan Kedah saat menjuarai Liga Premier 2015, Piala Malaysia 2016, serta Piala Sumbangsih 2017.
Setelah itu, Cheng Hoe sempat menukangi Selangor (2022-2024) sebelum akhirnya melebarkan sayap ke luar negeri untuk melatih klub Thailand, Police Tero FC.
Dengan kembalinya wajah lama yang sudah sangat mengenali karakter dan identitas sepak bola Malaysia ini, FAM menaruh harapan tinggi. Skuad Harimau Malaya diharapkan bisa segera mendapatkan suntikan energi baru yang positif demi meningkatkan daya saing serta memulihkan posisi mereka, baik di level Asia maupun turnamen kompetitif di kawasan Asia Tenggara.










