MotoGP Larang Holeshot Device Mulai Seri Belanda 2026
KEPUTUSAN besar diambil oleh Grand Prix Commission jelang bergulirnya MotoGP Belanda 2026 akhir pekan ini. Penggunaan alat bantu holeshot device akan dilarang!
Sejak diperkenalkan beberapa tahun lalu oleh Ducati, holeshot device langsung diadopsi tim-tim lain. Alat itu membantu pembalap memaksimalkan laju motor saat start.
Dengan menekan sebuah tombol, ketinggian motor akan berkurang dan jadi lebih dekat dengan lintasan. Cara itu membuat laju motor jadi lebih kencang sehingga start jadi optimal.
1. Risiko
Akan tetapi, penggunaan holeshot device bukannya tanpa risiko. Hal itu terlihat pada MotoGP Barcelona 2026 di mana Jorge Martin menyeruduk Marco Bezzecchi gara-gara telat mematikan alat bantu itu.
Momen itu langsung memunculkan desakan agar holeshot device segera dilarang dari MotoGP. Sedianya, alat bantu tersebut dihapus mulai 2027 ketika serangkaian regulasi baru berlaku.
Bobotoh Padati Tol Cipularang, Persib Tinggal Selangkah Ukir Sejarah Juara Tiga Kali Beruntun
Tapi, insiden di Barcelona mempercepat semuanya. MotoGP mengumumkan, holeshot device dilarang digunakan mulai MotoGP Belanda 2026 yang berlangsung akhir pekan ini di Sirkuit TT Assen, Assen.
“Perangkat tersebut tidak akan diizinkan berdasarkan perubahan regulasi besar-besaran musim depan, tetapi larangan ini mempercepat penghapusannya pada GP Belanda 2026, yang berlangsung akhir pekan ini,” tulis keterangan di situs resmi MotoGP, dikutip Selasa (22/6/2026).
2. Grid
Selain perangkat tersebut, ada perubahan lain yang berlaku mulai MotoGP Jerman 2026. Tata telak posisi start alias grid yang digunakan di semua kelas, akan lebih luas.
Jarak antara para pembalap akan bertambah dari tiga menjadi empat meter. Per baris tetap akan berisi tiga rider, tapi jarak antara mereka lebih lebar.
Konsekuensinya, baris satu dengan dua dan seterusnya kini akan berjarak 12 meter dari sebelumnya 9 meter. Pelebaran tersebut diklaim demi meningkatkan keamanan saat prosedur start.










