Berperan sebagai Kai di Film Tanah Runtuh, Begini Cara Yoan Cocohamida Bangun Chemistry
JAKARTA — Film terbaru dari Denny Siregar Production berjudul Tanah Runtuh bakal segera hadir di bioskop. Disutradarai Rudi Soedjarwo, film tersebut menceritakan tentang perjalanan dua orang anak yang mencari sang ibu di tengah konflik dan bentrokan antar masyarakat. Salah satu sorotan utama dalam film ini adalah karakter Kai dan Ringgo.
Mereka adalah dua anak yang harus melihat secara langsung bagaimana konflik berkecamuk di tengah mereka. Apalagi, keduanya terpisah dengan sang ibu saat terjadi penyerang.
Yoan Cocohamida, yang memerankan karakter Kai, membagikan cerita di balik layar mengenai proses membangun chemistry yang natural, baik dengan lawan main seusianya, Ridho Khaliq, maupun dengan aktor senior Vino G. Bastian.
Menurut Yoan, kedekatan emosional yang ia jalin bersama Ridho (berperan sebagai Ringgo) tidak hanya terbatas di depan kamera atau saat sutradara bersiap mengambil gambar. Ikatan tersebut terus dirawat bahkan setelah adegan selesai direkam hingga proses syuting rampung.
"Membangun chemistry ya? Jadi aku dan Ridho ini tuh membangun chemistry tidak hanya saat di film saja, cuma disaat kita cut, disaat bahkan kita selesai shooting pun kayak misalnya kita kelar membuat scene kita pasti akan misalnya ajak Ridho jalan-jalan naik motor, ajak Ridho mungkin kan dia hobinya dance nih, ajak Ridho buat ngedance bareng, aku nyanyinya dia jadi backing dancer-nya, terus juga makan mie instan bareng, macam-macam," kata Yoan dalam konferensi pers di Epicentrum XXI Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Tak berhenti di lokasi syuting, persahabatan mereka berlanjut menjadi hubungan yang saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari bak keluarga. Bahkan keduanya saling hadir di masing-masing penampilan mereka.
"Misalnya aku ada tampil di mall A, Ridho datang sama keluarganya. Nah, berkebalikan juga, misalnya Ridho ada lomba dance, kemarin waktu itu aku datang di lomba dance dia, dia juara satu keren banget,” ujarnya.
Sementara itu, Yoan mengungkapkan tantangan membangun chemistry dengan aktor kawakan Vino G. Bastian ternyata berjalan lebih mulus dari perkiraan. Ia menilai bahwa status Vino yang telah berkeluarga dan memiliki anak sangat membantu kelancaran komunikasi dan membangun chemistry dengan dirinya di lokasi syuting.
"Sebenarnya gini, karena Om Vino itu pasti kan sudah punya anak satu dan pasti Om Vino itu jauh lebih paham dong bagaimana cara menghadapi anak-anak, cara memahami mood anak-anak itu seperti apa. Jadi itu pendekatannya tidak terlalu sulit ketika aku sama Ridho," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa film Tanah Runtuh sendiri menyoroti isu yang cukup berat dari sudut pandang anak-anak. Konflik diskriminasi memaksa karakter anak dalam film ini untuk berpikir dan bersikap dewasa sebelum waktunya.
"Film ini kan menekankan sebuah persatuan sebagai perspektif anak-anak. Anak-anak yang mau nggak mau dipaksakan untuk dewasa pikirannya karena suatu konflik diskriminasi. Nah, itu sebuah hal yang sebenarnya anak kecil yang seumuran kita itu adalah hal yang berat, bukan hal yang mudah banget apalagi di tengah mungkin kondisi yang kurang nyaman segala macam dengan hal-hal yang bahkan orang dewasa saja mungkin kayaknya 'busset',” kata Yoan.






