Shin Tae-yong Ancam Skuad Persija Jakarta: Pemain Sombong Tidak Akan Dipilih
JAKARTA – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, punya syarat mutlak terkait pemain. Ia hanya mau bekerja sama dengan pesepakbola yang siap berkorban untuk Macan Kemayoran.
Shin resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Persija pada awal Juni 2026. Pria asal Korea Selatan itu diproyeksikan untuk mengawal perjuangan di musim 2026-2027.
1. Disiplin
Walau berstatus sebagai pelatih anyar, Shin dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi kedisiplinan. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu bahkan sudah punya kriteria tersendiri untuk membangun skuad.
Salah satunya adalah etos kerja pemain. Shin menegaskan Persija di bawah asuhannya butuh pemain yang rela berkorban dan pantang menyerah.
"Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim," tegas Shin dikutip dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (ILeague), Kamis (18/6/2026).
Persija Jakarta Muda Resmi Segel Takhta Juara EPA U-20 2025-2026, Obat Kekecewaan untuk Tim Senior!
Pria yang dijuluki si Rubah Tanah itu juga menegaskan tidak akan memakai pemain yang mempunyai ego besar. Menurutnya, itulah filosofi melatih yang dipegang selama ini.
"Pemain yang merasa ‘siapa saya’ dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan. Pemain-pemain seperti itu tidak akan saya pilih. Itulah filosofi yang saya pegang dalam sepakbola,” tutur Shin.
"Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meski dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi,” tegas pria berusia 57 tahun itu.
2. Dilihat dari Momen Kecil
Shin menambahkan intensitas dan kerja keras seperti itu mungkin tidak terjadi di setiap momen pertandingan. Akan tetapi, sikap rela berkorban bisa terlihat dari momen-momen kecil sekalipun. Hal ini, bakal membentuk kekompakan dalam tim.
“Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama,” tutupnya.










