Karina Ranau Geram Dugaan Kekerasan Disebut Gimmick demi Warungnya Ramai
JAKARTA - Istri almarhum Epy Kusnandar, Karina Ranau, tengah melaporkan dugaan kekerasan berupa dorongan fisik dari pelanggannya sendiri.
Namun, beberapa netizen menilai kejadian itu sebagai trik pemasaran atau marketing demi menaikkan popularitas warung makan miliknya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Menanggapi hal itu, Karina menegaskan bahwa kejadian yang menimpanya murni fakta dan bukan gimmick yang direncanakan.
"Banyak sekali netizen yang bilang 'Ini mah marketing' katanya, 'Ini mah gimmick supaya warungnya ramai.' Ya Allah... enggak lihat apa saya dari pagi kerja? Saya ngurusin anak-anak sebanyak ini. Kalau saya marketing ngapain sih saya capek-capek di sini," kata Karina Ranau.
Karina pun merasa serba salah dengan komentar miring netizen. Menurutnya, mengunggah kejadian tersebut di media sosial sebagai bentuk transparansi dan perlindungan diri, bukan mencari sensasi.
"Apakah setiap kejadian mungkin besok misalnya saya di jalan dipukul orang berdarah-darah atau digorok orang, sudah diam aja enggak usah posting sosial media? Gitu atau bagaimana? Jadi serba salah saya," ujar Karina.
Salah satu karyawan warung pun memperkuat pernyataan Karina bahwa suasana saat itu memang sangat mencekam dan tidak ada unsur kesengajaan atau pengaturan.
"Untungnya kita nggak ada main fisik karena kita tahu kalau kita main fisik, kita yang kena, bisa lapor balik kan. Makanya saya lihat teman-teman juga ada beberapa yang ngomong di sosial media kalau karyawannya banci lah. Ya karena mereka nggak tahu kronologi yang terjadi kan," kata Yogi.
"Artinya semua terjadi memang bukan disetting atau spontan apa segala macam. Orang keluarganya juga tadi sudah ke sini, sudah nangis-nangis," tutur Karina Ranau.





