Sport Tourism dan Industri Olahraga Kini Jadi Motor Baru Ekonomi RI
JAKARTA - Danantara Indonesia mencatat sport tourism dan industri olahraga (sport industry) yang terus berkembang kini menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, pengembangan sektor tersebut dinilai semakin penting untuk memperkuat kontribusi ekonomi dari kegiatan berbasis olahraga di Indonesia.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menilai kegiatan olahraga berskala besar seperti BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026 dapat memberikan dampak ekonomi yang luas, terutama dalam pengembangan sport tourism dan industri olahraga nasional.
“Danantara selalu mendukung setiap kegiatan yang positif. Jakarta International Marathon merupakan salah satu event yang sangat baik. Dampak ekonominya juga besar, dan kami berharap dapat berkembang menjadi salah satu major marathon di masa depan,” ujar Dony, Senin (15/6/2026).
Adapun tercatat dominasi pelari dari Kenya dan Ethiopia pada kategori open marathon putra dan putri, sementara pelari nasional juga mencatat prestasi di sejumlah kategori.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, juga menilai bahwa penyelenggaraan event lari berskala besar mencerminkan perkembangan sport tourism di Indonesia yang kini memiliki dampak ekonomi yang semakin nyata.
“Ini hal yang sangat positif, karena menjadi bagian dari upaya membuka jalan bagi masyarakat Indonesia yang lebih sehat. Ini juga membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi karena sport tourism dan sport industry bisa berkembang,” ujar Erick.
Ia menambahkan, sektor tersebut memberikan dampak ekonomi melalui pergerakan wisatawan, peningkatan hunian hotel, serta aktivitas ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan.
“Dengan peserta yang mencapai puluhan ribu orang, dampak ekonominya tentu sangat signifikan,” katanya.
Erick juga menyebut Indonesia bersama sejumlah negara di Asia Tenggara tengah menjajaki pembentukan sirkuit marathon regional untuk memperkuat daya saing sport tourism.









