Ruben Onsu Sambut Baik Undangan Sarwendah Tan untuk Bertemu
JAKARTA - Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu membenarkan jika pihak Sarwendah mengirimkan undangan pertemuan untuk membahas polemik yang terjadi di antara mereka. Namun sang pengacara mengaku, belum ada tanggal pasti terkait pertemuan itu.
“Karena undangan yang dikirimkan kuasa hukum S itu tidak membahas waktu dan tempat pertemuan. Yang bisa saya sampaikan, mereka memberikan kami waktu 5 hari untuk merespons undangan itu,” ujarnya dalam wawancara daring, pada 13 Juni 2026.
Minola Sebayang menambahkan, “Kami tentu akan merespons undangan itu. Namun karena tidak ada waktu dan tempat kami mengasumsikan mereka ingin kami yang menentukan tanggal dan tempat.”
Setelah berdiskusi dengan Ruben Onsu, Minola mengaku, pertemuan itu sepertinya baru bisa terealisasi pada Juli mendatang. Pasalnya, jadwal kerja bapak tiga anak tersebut cukup padat sepanjang Juni 2026, ditambah dia akan menjalani ibadah umrah.
“Jadi Ruben itu dijadwalkan berangkat umrah pada 22 Juni sampai akhir Juni mendatang. Semoga pertemuan itu bisa dilakukan di bulan Juli dan bisa menghasilkan keputusan terbaik untuk kedua belah pihak,” tutur sang pengacara.
Minola Sebayang menambahkan, Ruben Onsu berharap, pertemuan itu menghasilkan solusi terkait dua isu utama yang menjadi keresahannya selama ini. Pertama, Ruben ingin mendapatkan haknya untuk bertemu dengan anak sesuai kesepakatan dalam Akta 39.
“Bahwa sesuai kesepakatan tersebut, klien kami punya hak untuk bertemu dan quality time bersama kedua putrinya dua hingga tiga kali dalam seminggu,” ungkap Minola.
Kedua, Ruben Onsu ingin mengevaluasi kembali biaya apa saja yang masuk dalam nafkah anak yang harus dipenuhinya. Karena sesuai Akta 39, nafkah yang harus dipenuhi Ruben sebagai ayah kandung adalah pendidikan dan keperluan anak-anaknya.
“Jadi bukan berarti semua hal bisa ditagihkan. Apalagi kalau memang itu tidak ada kaitannya dengan anak. Selama ini Ruben membayar karena berpikir semua itu bermanfaat untuk anak-anaknya. Tapi faktanya, klien kami malah dipersulit bertemu anak,” imbuhnya.*




