Francesco Bagnaia Dipermalukan Marc Marquez sejak MotoGP 2025, Ini Kata Pedro Acosta
PEDRO Acosta mengomentari buruknya pencapaian Francesco Bagnaia sejak berpasangan dengan Marc Marquez pada MotoGP 2025 di tim Ducati Lenovo. Menurutnya, situasi yang dihadapi tidak mudah tapi itu bukan seharusnya menjadi alasan.
Bagnaia bisa dibilang anak emas buat Ducati sejak promosi ke MotoGP pada 2019. Ia bahkan menjadi orang kedua yang mampu jadi juara dunia untuk pabrikan asal Italia itu setelah Casey Stoner.
1. Statistik Francesco Bagnaia
Bahkan, Bagnaia adalah tulang punggung Ducati sejak dekade 2020. Ia sanggup merebut 31 kemenangan dan 62 podium dalam 107 balapan sekaligus mengoleksi dua gelar juara dunia.
Tapi, torehannya mendadak macet begitu Marquez datang pada 2025. Bagnaia hanya sanggup mencatatkan dua kemenangan dan 11 podium dalam 30 seri hingga MotoGP Hungaria 2026.
Acosta melihat, kedatangan Marquez membuat Bagnaia merasa tertekan. Hal tersebut sangat normal dirasakan pembalap di garasi.
“Ketika seseorang seperti Marc tiba, semuanya naik satu level. Tekanannya juga naik,” kata Acosta, dikutip dari Motosan, Sabtu (13/6/2026).
2. Tidak Mudah
Pembalap asal Spanyol itu menduga, Bagnaia terkejut karena dilewati begitu saja. Apalagi, ia adalah pembalap nomor satu di Ducati sebelum ketibaan Marquez musim lalu.
“Tidak mudah untuk selalu menjadi nomor satu dan (tiba-tiba) dilewati rekan setimmu. Tidak ada alasan. Tapi, saya tidak bisa bilang begitu ketika tidak ada dalam garasi (yang sama),” tutup Acosta.
El Tiburon de Mazarron sendiri akan merasakan seperti jadi rekan setim Marquez. Acosta memang digadang-gadang bakal mengisi kursi Bagnaia di tim Ducati Lenovo musim depan.
Sementara, Bagnaia disebut memilih hengkang ke Aprilia Racing dan bergabung dengan Marco Bezzecchi. Ia disebut-sebut mendapat kontrak jangka panjang dengan bayaran fantastis.










