Dirut Pertamina Buka-bukaan soal Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter

Dirut Pertamina Buka-bukaan soal Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter

Ekonomi | okezone | Jum'at, 12 Juni 2026 - 07:06
share

JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan, kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green telah mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Harga Pertamax naik Rp3.950 menjadi Rp16.250 per liter dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter. Kemudian, harga Pertamax Green juga naik Rp4.100 menjadi Rp17.000 per liter dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter.

"Penyesuaian pada harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Simon mengatakan, kenaikan harga BBM tersebut didasari oleh dinamika geopolitik global yang mengerek harga minyak dunia hingga pelemahan nilai tukar Rupiah yang terjadi belakangan ini. Kondisi tersebut membuat perseroan harus menggelontorkan Rupiah lebih besar untuk pengadaan minyak.

"Sehubungan dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax dan Pertamax Green, yang berlaku sejak 10 Juni 2026, kami memahami bahwa setiap penyesuaian harga tentu menjadi perhatian Masyarakat," sambungnya. 

 

Di samping menaikkan harga BBM, Simon menyebut pihaknya bersama Pemerintah berkomitmen memenuhi ketersediaan BBM untuk masyarakat mendukung roda perekonomian nasional. 

"Di tengah tantangan global yang terus berkembang, Pertamina dengan dukungan penuh dari Pemerintah terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia," kata Simon. 

Sementara, Pertamina memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap. "Harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite masih tetap di Rp10.000 dan Biosolar di harga Rp 6.800 per liter sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah," pungkasnya. 
 

Topik Menarik