Bos Aprilia Marah-Marah Usai Jorge Martin Tabrak Marco Bezzecchi di MotoGP Hungaria 2026

Bos Aprilia Marah-Marah Usai Jorge Martin Tabrak Marco Bezzecchi di MotoGP Hungaria 2026

Olahraga | okezone | Selasa, 9 Juni 2026 - 02:01
share

BUDAPEST – CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah balapan MotoGP Hungaria 2026 hancur berantakan di tikungan pertama. Alih-alih membela, Rivola justru secara blak-blakan menunjuk sang juara dunia MotoGP 2024, Jorge Martin, sebagai biang keladi atas insiden tabrakan beruntun yang merugikan timnya sendiri.

Balapan baru saja dimulai ketika Marco Bezzecchi melakukan start impresif, melesat dari posisi keenam ke urutan ketiga. Namun, momentum tersebut seketika sirna saat Martin kehilangan kendali atas motornya saat melakukan pengereman.

Akibatnya, Bezzecchi terseret jatuh bersama deretan pembalap lain seperti Fermin Aldeguer, Fabio Di Giannantonio, dan rekan setim Martin di Aprilia, Raul Fernandez.

“Pikiran pertama saya selalu tertuju pada kondisi para pembalap, saya turut prihatin. Kesalahan Martin seharusnya tidak pernah terjadi, terutama ketika keselamatan taruhannya dan Anda mendekati tikungan pertama dengan sangat agresif,” ujar Rivola, melansir dari Crash, Selasa (8/6/2026).

Kecelakaan Jorge Martin vs Marco Bezzecchi di MotoGP Hungaria 2026. (Foto: MotoGP)

1. Kesalahan yang Tak Perlu

Meskipun biasanya seorang manajer tim akan mencari pembenaran demi melindungi pembalapnya, Rivola memilih bersikap objektif dan tegas. Ia menilai blunder yang dilakukan Martin bukanlah karena faktor antusiasme belata, melainkan murni kesalahan teknis yang fatal.

“Itu adalah kesalahan yang aneh, bukan karena terlalu bersemangat. Dia melakukan kesalahan pengereman yang buruk, tetapi dia tidak mengerem terlalu lambat,” sambung Rivola.

“Dia justru menyalurkan tenaga lebih besar saat motor dalam posisi sedikit miring, tepat di bagian lintasan yang daya cengkeramnya (grip) lebih rendah. Ini adalah jenis kesalahan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang juara dunia,” tambahnya.

 

2. Kecewa Rider Aprilia Ikut Terseret

Insiden ini langsung memicu ingatan publik pada kecelakaan serupa di tikungan pertama sirkuit Motegi tahun lalu, di mana Martin juga menyenggol Bezzecchi hingga terjatuh. Meski demikian, Rivola melihat ada perbedaan mendasar di antara kedua peristiwa tersebut.

“Saya rasa dampaknya serupa tetapi kesalahannya cukup berbeda. Tahun lalu dia melakukan overbrake dan itu adalah reaksi yang berbeda. Kali ini, saya tidak ingin menyebutnya kesalahan kecil, tetapi dia tidak memperlakukan rem depan sebagaimana mestinya di area tikungan pertama itu. Hal ini cukup berbeda dengan di Jepang. Kesalahan yang lebih kecil, tetapi dampaknya sama. Bagi kami, ini bahkan lebih buruk,” lanjut CEO Aprilia tersebut.

Jorge Martin bersama Marco Bezzecchi. (Foto: Instagram/aprilia)

Kekesalan Rivola semakin memuncak karena kecelakaan ini turut menyeret pembalap Aprilia lainnya ke dalam gravel, sebuah pemandangan yang menurutnya sangat merugikan citra tim.

“Lalu, fakta bahwa kami juga tidak beruntung adalah ketika kami kecelakaan, ada motor Aprilia lain atau bahkan dua motor sekaligus di tengah-tengahnya, itu terlihat bodoh. Namun intinya adalah, ketika Anda tahu kondisinya sedang buruk, Anda harus berkendara dengan lebih santai,” tutupnya.

Topik Menarik