Geger! Siswi SD Berseragam Pramuka Ditemukan Tewas Mengenaskan
SRAGEN - Seorang siswi sekolah dasar (SD) berinisal B (11) ditemukan tewas dalam rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Peristiwa ini membuat heboh warga setempat.
Bocah perempuan ini diduga tewas akibat tindak kekerasan. Sampai saat ini, polisi masih memburu pelaku serta berupaya mengungkap motif di balik peristiwa tersebut. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam pramuka sepulang sekolah.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh ibu korban, Dewi, yang baru pulang bekerja dari pabrik rokok. Sesampainya di rumah, sang ibu langsung histeris setelah mendapati anak tunggalnya tergeletak dalam kondisi mengenaskan.
"Kami menemukan adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Namun untuk motif dan detail kejadian masih dalam proses pendalaman," ujar Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, Sabtu (6/6/2026).
Petugas dari Polsek Jenar bersama tim identifikasi Polres Sragen mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
PCNU Pati Kecam Dugaan Pelecehan Puluhan Santriwati, Minta Polisi Segera Tahan Kiai Pesantren
Petugas memasang garis polisi dan memeriksa sejumlah barang bukti di sekitar rumah korban. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap kronologi kejadian.
Selain mendalami dugaan kekerasan terhadap korban, penyidik juga menyelidiki informasi hilangnya satu unit sepeda motor milik keluarga yang sebelumnya berada di rumah tersebut.
Polisi belum dapat memastikan apakah hilangnya kendaraan tersebut berkaitan langsung dengan kematian korban atau tidak. Seluruh kemungkinan masih didalami dalam proses penyelidikan.
Saat ini, polisi masih memeriksa saksi dan pengumpulan barang bukti untuk mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa tragis yang menggemparkan warga Desa Dawung tersebut.
Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah korban. Keluarga dan warga sekitar tampak syok atas meninggalnya bocah yang dikenal pendiam dan baru sekitar tiga bulan tinggal di lingkungan tersebut bersama orang tuanya.










