Benarkah Manusia Mati jika Tidak Konsumsi Garam?
JAKARTA - Banyak orang menghindari konsumsi garam karena khawatir memicu hipertensi. Namun, tahukah Anda bahwa garam justru merupakan zat yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi vital, mulai dari kerja otak hingga detak jantung?
Garam merupakan salah satu bahan penting dalam kehidupan manusia. Selain digunakan sebagai penyedap masakan, garam juga berperan dalam berbagai proses biologis yang mendukung fungsi tubuh agar tetap bekerja secara optimal.
Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia, Prof. Agustino Zulys, dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya menjelaskan bahwa setiap manusia membutuhkan asupan garam setiap hari.
“Setiap hari manusia itu butuh garam. Bahkan di dalam tubuh kita itu ada 100 sampai 250 gram garam yang itu dibutuhkan untuk proses berpikir kita,” kata Prof. Zulys, dikutip Kamis (4/6/2026).
Otak Butuh Garam
Ia menyebutkan bahwa otak manusia memiliki banyak sel saraf yang dapat bekerja berkat keberadaan natrium, salah satu mineral yang berasal dari garam.
“Di dalam otak kita ini ada sel-sel saraf yang bekerja karena adanya ion-ion natrium salah satunya,” ujarnya.
Tak hanya itu, jantung manusia juga dapat berdetak secara teratur karena adanya sistem yang melibatkan ion natrium dan kalium.
“Kemudian juga jantung kita ini bisa berdetak dengan teratur karena apa? Karena ada sistem channel garam, ion-ion natrium, kalium di dalam sel-sel di jantung kita,” jelas Prof. Zulys.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa konsumsi garam harus tetap dalam jumlah yang seimbang. Kadar garam dalam tubuh tidak boleh terlalu sedikit maupun berlebihan.
Menurutnya, konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sebaliknya, kekurangan garam juga dapat mengganggu fungsi tubuh.
“Kalau kekurangan garam, kerja jantung dan saraf kita bisa menjadi tidak normal,” ungkapnya.
“Kelebihan garam tidak bagus juga akan menyebabkan hipertensi, tapi kekurangan garam ini juga menyebabkan bahaya yang menyebabkan kerja jantung, kerja saraf kita akan menjadi tidak normal. Oleh karena itu, kita cukupkan makan garam seadanya,” pungkas dia.










