Penularan Flu Singapura Tinggi, 1 Anak Bisa Tulari 12 Orang

Penularan Flu Singapura Tinggi, 1 Anak Bisa Tulari 12 Orang

Gaya Hidup | okezone | Minggu, 31 Mei 2026 - 13:22
share

JAKARTA - Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) dikenal sebagai salah satu penyakit anak yang sangat mudah menular. Bahkan, seorang anak yang terinfeksi dapat menularkan virus tersebut kepada belasan anak lain dalam waktu singkat, terutama di lingkungan sekolah atau tempat bermain.

Dokter Spesialis Anak Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Handayani, M.Ked (Ped), Sp.A., mengungkapkan bahwa satu anak yang terinfeksi HFMD bahkan dapat menularkan penyakit tersebut kepada hingga 12 anak lainnya.

"Kita bayangkan dalam satu kelas atau tempat les, satu anak saja yang terinfeksi Hand, Foot, and Mouth Disease itu bisa menular ke 12 anak di sekitarnya," ujar dr. Handayani dalam acara Health Talk World Immunization Week 2026.

Penularan Flu Singapura

Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan COVID-19 pada masa pandemi, yang rata-rata dapat menularkan kepada sekitar tujuh orang.

dr. Handayani menjelaskan, penularan virus ini dapat menyebar dengan cepat melalui berbagai cara. Salah satunya melalui jalur fekal-oral, yaitu ketika virus dari tinja penderita menempel pada tangan, mainan, atau benda lain yang kemudian disentuh anak lain.

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui percikan air liur (droplet) saat anak batuk atau bersin. Yang membuat penyakit ini semakin sulit dikendalikan, virus HFMD mampu bertahan cukup lama di permukaan benda.

"Virus HFMD bisa bertahan dari beberapa jam hingga berhari-hari pada benda yang terkontaminasi," jelasnya.

Karena itu, orang tua dianjurkan untuk membiasakan anak mencuci tangan sebelum makan dan setelah bermain. Selain itu, orang tua juga disarankan rutin membersihkan mainan maupun benda yang sering disentuh anak.

Menurut dr. Handayani, pencegahan merupakan langkah paling efektif yang perlu dilakukan orang tua. Hal ini dilakukan untuk menekan risiko penularan HFMD, mengingat hingga saat ini belum tersedia terapi antivirus khusus untuk penyakit tersebut.

Topik Menarik