Fenomena Hari Tanpa Hujan Sebabkan Kekeringan di Bima dan Karhutla di Aceh
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya fenomena hari tanpa hujan (HTH) yang terjadi di Tanah Air. Adapun fenomena ini menyebabkan kekeringan di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menuturkan bahwa dalam upaya penanganan darurat kekeringan, BPBD Kabupaten Bima bergerak cepat mendistribusikan air bersih di Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Selasa (26/5/2026). Ia menyebut 20.000 liter air bersih telah disalurkan kepada warga.
"Prioritas distribusi air bersih ini diberikan kepada 299 KK atau 1.195 jiwa di Dusun Ndanondere dan Dusun Rasabou yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih setelah mesin pompa air yang selama ini dipakai untuk membantu pemenuhan kebutuhan air warga mengalami kerusakan," kata Abdul dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).
Selain distribusi air bersih, BPBD Kabupaten Bima juga melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait sosialisasi kesiapsiagaan terhadap potensi bencana pada masa peralihan musim, serta melakukan diseminasi informasi kepada masyarakat terkait potensi bencana ke depan.
Sementara itu, peristiwa karhutla terjadi di Gampong Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Aceh pada Senin (25/5) malam. Petugas gabungan, relawan, dan masyarakat pun dikerahkan ke lokasi kejadian.
"Dua unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk mempercepat melakukan pemadaman dan pendinginan lahan yang terbakar. Jerih payah dan seluruh upaya petugas gabungan berhasil memadamkan api, namun setidaknya dua hektare lahan habis terbakar," sambungnya.
Ia menyebut penyebab kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.










