Tutup Pintu Damai, Fuji Bawa Bukti Tambahan Kasus Dugaan Penggelapan Eks Admin Medsos
JAKARTA - Selebgram Fujianti Utami alias Fuji kembali menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa (26/5/2026). Kedatangannya kali ini bertujuan untuk memberikan keterangan tambahan serta menyerahkan sejumlah barang bukti terkait laporan dugaan penggelapan dana yang dilakukan mantan admin media sosialnya.
Pantauan di lokasi, Fuji tiba bersama kuasa hukumnya, Sandy Arifin, dengan menggunakan mobil Alphard putih sekitar pukul 11.00 WIB.
Sandy menjelaskan bahwa agenda hari ini fokus pada koordinasi dengan penyidik mengenai perkembangan laporan mereka yang disebut berjalan lancar.
"Agendanya hari ini saya bersama Kak Fuji akan menghadap penyidik. Akan mengajukan ada beberapa tambahan keterangan dan juga ada beberapa barang bukti," ujar Sandy Arifin di lobi Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Selain memberikan keterangan, pihak Fuji juga melakukan proses administrasi terkait barang bukti yang telah diserahkan sebelumnya.
Presiden Prabowo Hadir di Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, Ngaku Bersahabat Baik dengan Ahmad Dhani
"Kita akan menandatangani Berita Acara Penyitaan (BAP) terkait barang bukti yang sudah pernah kita sampaikan di tingkat penyidik sebelumnya," kata Sandy.
Terkait bukti tambahan yang dibawa, Sandy mengungkapkan bahwa timnya tidak hanya membawa dokumen digital, tetapi juga bukti fisik lainnya untuk memperkuat laporan tersebut.
"Ada beberapa bukti tambahan yang mau kita sampaikan. Ya ada macam-macam. Ada berupa barang dan juga ada beberapa capture-an (tangkapan layar)," tuturnya.
Sementara itu, Fuji yang berada di samping kuasa hukumnya mengaku mengenal baik sosok yang dilaporkannya tersebut.
"Kalau untuk sekarang nggak tahu (tinggal di mana). Kenal banget, cuma kalau untuk tinggalnya di mana sekarang, nggak tahu," ucap Fuji singkat.
Disinggung mengenai kemungkinan damai, pihak Fuji menunjukkan sikap tegas. Sandy Arifin menekankan bahwa kliennya sudah menutup pintu damai kepada pihak terlapor.
"Kalau dari Fuji sendiri sudah menutup pintu maaf untuk damai. Nggak ada seperti itu, tetap lanjut," tutur Sandy Arifin.








