Akses Layanan Kesehatan Belum Merata Picu Pembelian Obat Online Meningkat

Akses Layanan Kesehatan Belum Merata Picu Pembelian Obat Online Meningkat

Gaya Hidup | okezone | Selasa, 26 Mei 2026 - 18:44
share

JAKARTA -  Akses layanan kesehatan yang merata masih menjadi tantangan di Indonesia, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Di sisi lain, meningkatnya pembelian obat secara online juga memunculkan kekhawatiran terkait keamanan penggunaan obat tanpa pengawasan medis.

Kondisi tersebut mendorong berkembangnya layanan telemedicine yang memungkinkan masyarakat berkonsultasi dengan dokter secara daring sekaligus memperoleh resep digital dan akses pembelian obat melalui aplikasi.

Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, mengatakan integrasi layanan kesehatan digital dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih praktis sekaligus aman.

"TokoClinic by Tokopedia Farma menyediakan konsultasi dengan dokter berlisensi, penerbitan resep digital, hingga pembelian obat melalui jaringan farmasi rekanan yang telah memiliki izin resmi," katanya.

Menurutnya, sistem resep digital terverifikasi juga diharapkan dapat membantu memastikan obat yang dibeli sesuai anjuran dokter dan aturan distribusi obat secara daring.

Data BPOM

Sepanjang 2025, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan ratusan ribu tautan penjualan obat dan makanan ilegal di platform digital. Temuan tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam pengawasan distribusi obat secara online.

Di tengah pertumbuhan industri farmasi nasional dan percepatan transformasi digital sektor kesehatan, layanan berbasis teknologi dinilai semakin dibutuhkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis.

Dokter umum sekaligus Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia periode 2023–2025, dr. Mahesa Paranadipa Maikel M.H., mengatakan telemedicine dapat membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan secara lebih cepat dan praktis, khususnya untuk kondisi non-darurat.

Ia menekankan bahwa layanan kesehatan digital tetap harus mengutamakan keselamatan pasien, penggunaan obat yang tepat, serta pengawasan medis yang bertanggung jawab.

Pemanfaatan telemedicine juga dinilai sejalan dengan upaya transformasi digital kesehatan yang terus dikembangkan pemerintah guna meningkatkan akses layanan kesehatan yang lebih terjangkau dan mudah dijangkau masyarakat.

Topik Menarik