Mengenal 4 Fase Hormonal Siklus Menstruasi, Penyebab Mood Perempuan Sering Berubah

Mengenal 4 Fase Hormonal Siklus Menstruasi, Penyebab Mood Perempuan Sering Berubah

Gaya Hidup | okezone | Selasa, 26 Mei 2026 - 16:10
share

JAKARTA - Perubahan suasana hati atau mood pada perempuan sering kali dipengaruhi oleh perubahan hormon selama siklus menstruasi. Dalam satu bulan, tubuh perempuan mengalami beberapa fase hormonal yang memengaruhi kondisi fisik maupun emosional.

Siklus menstruasi sendiri merupakan proses alami tubuh untuk mempersiapkan kemungkinan terjadinya kehamilan. Umumnya, siklus dihitung dari hari pertama menstruasi hingga sehari sebelum menstruasi berikutnya dimulai.

Mengutip laman Better Health, rata-rata siklus menstruasi berlangsung sekitar 28 hari. Namun, setiap perempuan bisa memiliki durasi yang berbeda. Pada remaja, siklus bisa mencapai 45 hari, sedangkan perempuan usia 20 hingga 30 tahun biasanya memiliki siklus sekitar 21–38 hari.

4 Fase Siklus Menstruasi

1. Fase Menstruasi

Fase pertama adalah menstruasi atau haid. Pada tahap ini, lapisan dinding rahim meluruh dan keluar melalui vagina dalam bentuk darah menstruasi.

Darah haid terdiri dari darah, lendir, serta jaringan dari lapisan rahim. Rata-rata menstruasi berlangsung sekitar 3 hingga 7 hari.

Pada fase ini, sebagian perempuan bisa mengalami perubahan mood, mudah lelah, nyeri perut, hingga tubuh terasa kurang nyaman.

2. Fase Folikular

Fase folikular dimulai sejak hari pertama menstruasi dan biasanya berlangsung sekitar 13–14 hari.

Pada tahap ini, hormon dalam tubuh mulai meningkat untuk membantu penebalan lapisan rahim. Di saat yang sama, folikel di ovarium mulai berkembang sebagai tempat pematangan sel telur.

Biasanya hanya satu folikel yang akan berkembang sempurna dan menjadi sel telur matang.

3. Fase Ovulasi

Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur matang dari ovarium. Fase ini umumnya terjadi sekitar dua minggu sebelum menstruasi berikutnya.

Pada masa ovulasi, peluang kehamilan berada pada titik tertinggi jika terjadi hubungan seksual tanpa pengaman.

Beberapa perempuan juga mengalami perubahan fisik saat ovulasi, seperti peningkatan gairah, lendir serviks lebih banyak, atau nyeri ringan di bagian perut.

4. Fase Luteal

Setelah ovulasi, sel telur bergerak menuju rahim melalui saluran tuba falopi. Pada fase ini, lapisan rahim semakin menebal sebagai persiapan jika terjadi kehamilan.

Jika pembuahan tidak terjadi, kadar hormon akan menurun dan tubuh mulai bersiap kembali untuk menstruasi berikutnya.

Perubahan hormon pada fase luteal sering dikaitkan dengan PMS (premenstrual syndrome), seperti mudah marah, sensitif, cemas, hingga perubahan nafsu makan.

Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi berikut:

  • Pola menstruasi berubah drastis
  • Perdarahan sangat banyak
  • Menstruasi berlangsung lebih dari 8 hari
  • Siklus datang kurang dari 21 hari atau lebih dari 2–3 bulan sekali
  • Nyeri menstruasi sangat mengganggu aktivitas
  • Mengalami perdarahan di luar jadwal haid
  • Perdarahan setelah berhubungan seksual

Memahami siklus menstruasi dapat membantu perempuan mengenali perubahan tubuh dan menjaga kesehatan reproduksi dengan lebih baik.

Topik Menarik