Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad

Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad

Terkini | okezone | Senin, 25 Mei 2026 - 14:14
share

MAKKAH – Sejenak napas tertahan. Bibir terasa tercekat. Dalam diam dan termangu, mata memandang layar LED lebar yang menyajikan gambar berteknologi imersif. Seperti lini masa, layar silih berganti menampilkan gambar demi gambar.

“Di sini Nabi Muhammad SAW lahir, rumah kakek beliau, Abdul Muthalib,” ujar seorang perempuan, memecah suasana, Minggu (24/5/2026) sore. Persis saat berbicara, layar menampilkan gambaran rumah sederhana khas perkampungan Arab masa lampau.

Perempuan tersebut merupakan salah satu pemandu Museum Internasional Biografi Nabi Muhammad. Kepada rombongan jurnalis dari berbagai negara yang diundang Kementerian Media Arab Saudi, ia mengajak menelusuri ruang demi ruang museum.

Ibarat lorong waktu, Museum Biografi Nabi Muhammad membawa siapa pun yang datang kembali ke era Rasulullah, mulai dari masa kelahiran, menerima wahyu, dakwah Islam, hijrah ke Madinah, hingga wafat. Bahkan, sebelum masa itu, pengunjung juga disuguhi gambaran silsilah nabi-nabi terdahulu.

Terletak di kompleks Clock Tower (Abraj Al Bait), Makkah, Arab Saudi, tak jauh dari Masjidil Haram, museum ini menjadi destinasi baru bagi jemaah haji maupun umrah. Pemerintah Saudi menyebut museum ini sebagai mercusuar pengetahuan sekaligus tempat yang memberikan pengalaman mendalam bagi pengunjung untuk menelusuri kehidupan, ajaran, dan akhlak mulia Rasulullah.

 

Pintu masuk museum ditandai tulisan LED hijau bertuliskan “The International Museum of the Prophet's Biography”. Begitu melangkahkan kaki ke dalam, pengunjung yang umumnya datang berombongan akan terlebih dahulu berhenti di ruang tunggu.

Para pemandu yang merupakan ahli budaya Islam dan biografi Nabi akan memberikan pengarahan singkat mengenai aturan serta isi museum.

Yang membuat kagum bukan hanya kedalaman dan detail gambaran jejak Rasulullah, tetapi juga teknologi imersif dan layar interaktif di 30 paviliun museum ini. Setiap paviliun menampilkan visual yang tampak nyata dalam format tiga dimensi.

Lebih dari itu, isi museum disajikan dalam enam bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Salah satunya terdapat pada paviliun tentang mimbar kayu bertingkat tiga yang digunakan Rasulullah, serta replika batang pohon kurma.

Saat Bahasa Indonesia dipilih pada layar interaktif, muncul tulisan: “Pohon kurma yang bersedih dan Nabi SAW yang pengasih.”

 

Di layar juga tertera keterangan: “Nabi SAW menyandarkan punggungnya ke batang pohon kurma. Batang pohon kurma itu dijadikan sebagai atap dan tiang Masjid Nabawi yang mulia.”

Terdapat pula bioskop mini yang memutar kisah keluarga Rasulullah dan kehidupan sepeninggal beliau. Tayangan di layar lebar itu tampak begitu hidup hingga menggugah hati.

Dengan sajian interaktif dan visual yang memukau di setiap bagian, tak mengherankan bila banyak pengunjung sesaat terdiam dan larut menyelami titik demi titik kehidupan Rasulullah, manusia paling mulia di muka bumi.

“I’m impressed,” puji Imran, pengunjung asal Karachi, Pakistan.

Topik Menarik