Kata-Kata Fabregas Usai Bawa Como Lolos ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya
JAKARTA - Como 1907 berhasil mencetak sejarah dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya. Prestasi ini diukir setelah Como menang 4-1 di kandang Cremonese pada lanjutan pekan ke-38 Serie A, Minggu (24/5/2026).
Di saat bersamaan, AC Milan yang bermain di kandang sendiri justru takluk 1-2 dari Cagliari. Dengan hasil ini, Como menutup musim dengan menyegel posisi 4 dengan raihan 71 poin. Sementara AC Milan melorot ke posisi 5 dengan mengemas 70 poin sehingga harus puas lolos ke Liga Europa.
1. Kata-Kata Fabregas Usai Como Lolos Liga Champions
Sang pelatih, Cesc Fabregas, bangga atas pencapaian bersejarah ini. Ia pun sudah punya firasat bisa membawa Como lolos ke Liga Champions musim depan.
“Sepanjang hidup saya, bahkan ketika saya melakukan pergantian pemain, saya hanya memiliki firasat tentang berbagai hal. Saya memiliki firasat sehari sebelum kami bermain melawan Parma bahwa dengan dua kemenangan, kami akan berada di Liga Champions,” kata Fabregas kepada DAZN Italia, melansir Football Italia, Senin (25/5/2026).
“Saya menunjukkan kepada para pemain sebuah video seorang pesepeda yang berada di posisi keenam, tetapi ia mulai mengayuh pedal dengan kencang di sprint terakhir dan ia memenangkan perlombaan. Itulah yang kami lakukan musim ini," ucapnya.
“Kami mengalami beberapa kemunduran, dua kekalahan dan hasil imbang dengan Udinese, jadi kami tahu bahwa kami membutuhkan serangkaian kemenangan, tetapi sensasinya selalu bahwa kami masih dalam persaingan,” kata Fabregas.
Meskipun membutuhkan hasil pertandingan lain untuk bisa lolos ke Liga Champions, Fabregas yang berada di pinggir lapangan tidak pernah sekali pun bertanya tentang pertandingan di San Siro dan Stadio Bentegodi.
Diketahui, di kedua tempat itu, AC Milan dan AS Roma juga tengah berjuang untuk mengapai tiket Liga Champions.
“Sangat bagus, karena cara kami melakukannya. Ini adalah skuad yang penuh dengan pemain muda, kami memiliki 15 pemain yang semuanya berusia di bawah 23 tahun, jadi ini adalah mahakarya dari seluruh tim. Mereka mendengarkan, selalu ingin berbuat lebih, meningkatkan standar pada waktu yang tepat.”
“Saya hanya bisa memberi hormat kepada para pemain ini, karena kami para pelatih mencoba mendorong mereka, memberi pilihan, memberi tahu mereka di mana ruang kosongnya, tetapi merekalah yang melakukannya di lapangan. Saya sangat bahagia untuk warga Como, mereka pantas mendapatkan kegembiraan ini,” ujarnya.
2. Bahagia di Como
Fabregas telah dikaitkan dengan begitu banyak klub besar selama setahun terakhir. Namun, ia memiliki alasan yang lebih kuat untuk tetap di Como sekarang.
Hal yang sama mungkin juga berlaku untuk Nico Paz, meskipun Real Madrid akan memutuskan masa depannya berkat klausul pembelian kembali.
“Saya sangat bahagia di sini, jadi memang benar bahwa waktu itu penting, tetapi saya sangat senang dengan apa yang kami lakukan di sini,” tegas pelatih asal Spanyol itu.
“Kita selalu menginginkan lebih, bukan?” Hidup itu panjang, saya baru saja berusia 39 tahun beberapa minggu yang lalu, seperti yang dikatakan Jose Mourinho, masih ada jalan panjang sampai saya mencapai usia 80 tahun, itu berarti 40 tahun bekerja," ujarnya.
“Anda tidak boleh terburu-buru dalam pekerjaan Anda, Anda harus sabar dan terus belajar. Ketika suatu hari Anda merasa siap, Anda mungkin bisa naik level," lanjut Fabregas.
“Bagaimanapun, Como telah naik level, karena mereka berada di Liga Champions,” tutur Fabregas.









