Polisi Sebut Banyak Hoaks Begal Berseliweran di Medsos
JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap banyaknya penyebaran video hoaks, terkait aksi begal di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Saat ini, polisi masih mendalami penyebaran video tersebut.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin menjelaskan, pendalaman dilakukan karena terdapat sejumlah unggahan yang diklaim sebagai kejadian begal di beberapa lokasi, namun setelah dipastikan ternyata tidak benar.
"Ternyata yang diunggah tidak sesuai fakta atau hoaks. Ini kami dalami terkait fenomena ini," kata Iman, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Iman, penyebaran video hoaks tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Hal ini dapat menimbulkan keresahan dan kegaduhan," ujarnya.
Karena itu, Iman meminta pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menghentikan penyebaran hoaks terkait aksi kejahatan jalanan.
Persib Bandung Jalani 6 Laga Final Super League 2025-2026, Bojan Hodak: Kami Tanpa Tekanan!
"Kami minta segera dihentikan. Kami mengimbau pihak tertentu agar menggunakan media sosial secara bijak dan tidak mengunggah situasi yang dapat meresahkan serta memunculkan rasa takut di masyarakat. Gunakan medsos secara bijak dan beradab. Kami tegaskan, Polda hadir untuk melindungi warga," pungkasnya.
Sebelumnya, Satgas Pemburu Begal bentukan Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menangkap 173 tersangka kasus kejahatan jalanan di Jakarta dan sekitarnya.
Sejak dibentuk pada 1 Mei 2026 hingga saat ini, tercatat ada 1.283 laporan terkait kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Dari jumlah laporan tersebut, Polda Metro Jaya telah mengungkap 870 kasus di wilayah hukumnya.










