Gagal Masuk Timnas Indonesia, Teja Paku Alam Kini Tak Masuk Nominasi Kiper Terbaik Super League 2025-2026!
GAGAL masuk Timnas Indonesia, penjaga gawang Persib Bandung Teja Paku Alam kini tidak masuk nominasi kiper terbaik Super League 2025-2026. I.League selaku operator kompetisi mengumumkan beberapa nominasi penghargaan individu Super League 2025-2026, mulai dari pemain terbaik, pemain muda terbaik, kiper terbaik dan pelatih terbaik.
Penentuan pemain-pemain yang masuk nominasi berdasarkan penilaian dari Technical Studi Group (TSG). TSG memasukkan pemain-pemain ini ke dalam nominasi berdasarkan kontribusi terhadap tim, hingga aspek sportivitas dan konsistensi performa.
1. Teja Paku Alam Gagal Jadi Kiper Terbaik Super League 2025-2026
Teja Paku Alam tampil oke bersama Persib Bandung musim ini. Ia hanya kemasukan 19 gol dari 30 pertandingan. Dari 30 pertandingan itu, Teja Paku Alam mencatatkan 17 clean sheet.
Teja Paku Alam menyamai rekor 17 clean sheet dalam semusim yang dicatatkan Yoo Jae-hoon bersama Persipura Jayapura di Liga Super Indonesia 2013. Namun, TSG memutuskan tidak memasukkan Teja Paku Alam ke dalam calon kiper terbaik Super League 2025-2026. TSG memilih memasukkan nama Nadeo Argawinata (Borneo FC), Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta) dan Igor Rodrigues.
2. Unggul Jumlah Penyelamatan
Jika ukurannya clean sheet, Teja Paku Alam mengungguli tiga kiper di atas. Nadeo Argawinata mencetak 12 clean sheet, Cahya Supriadi (9) dan Igor Rodrigues (8).
Namun, dari segi penyelamatan, tiga kiper ini mengungguli Teja Paku Alam. Nadeo menempati posisi teratas kiper dengan penyelamatan terbanyak di Super League 2025-2026 dengan 130 kali saves.
Cahya Supriadi di posisi tiga dengan 103 saves, disusul Igor Rodrigues juga dengan 103 saves. Bagaimana dengan Teja Paku Alam? Jumlah penyelamatan Teja Paku Alam di bawah 100 saves dan di luar lima besar kiper dengan penyelamatan terbanyak.
Namun, jika dasar penilaian adalah jumlah penyelamatan, seharusnya kiper Bali United Mike Hauptmeijer juga masuk daftar calon kiper terbaik. Kiper asal Belanda ini mencatatkan penyelamatan kedua terbanyak dengan catatan 128 saves.
Singkatnya, keputusan sudah dibuat. Pilihan TSG layak dihormati karena pasti sudah melewati berbagai pertimbangan sebelum keluarnya nama-nama nominasi di atas.









