Sejumlah Target Prabowo di 2027 dari Pertumbuhan Ekonomi hingga Kemiskinan
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih pesat.
Airlangga menyampaikan, KEM-PPKF dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 tersebut diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menjadi lebih tinggi.
"Bapak Presiden telah menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal tahun 2027 kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam penyusunan APBN 2027 diarahkan untuk mendorong perekonomian negara tumbuh lebih cepat, lebih tinggi," katanya dalam konferensi pers usai Sidang Paripurna, Rabu (20/5/2026).
Berikut target dan asumsi dalam KEM-PPKF 2027:
Target dan Asumsi Ekonomi Makro 2027
Pertumbuhan ekonomi: 5,8–6,5
Inflasi: 1,5–3,5
Nilai tukar rupiah: Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS
Suku bunga SBN tenor 10 tahun: 6,5–7,3
Harga minyak mentah Indonesia (ICP): USD70–USD95 per barel
Lifting minyak: 602 ribu–615 ribu barel per hari
Target Fiskal
Pendapatan negara: 11,82–12,4 terhadap PDB
Belanja negara: 13,62–14,8 terhadap PDB
Defisit anggaran: 1,8–2,4 terhadap PDB
Target Pembangunan Sosial dan Ekonomi
Tingkat kemiskinan: 6,0–6,5
Tingkat pengangguran terbuka: 4,3–4,87
Rasio gini: 0,362–0,367
Indeks Modal Manusia: 0,575
Proporsi tenaga kerja formal: 40,81










