Retinoblastoma: Kanker Mata pada Anak, Kenali Gejalanya!

Retinoblastoma: Kanker Mata pada Anak, Kenali Gejalanya!

Gaya Hidup | okezone | Selasa, 19 Mei 2026 - 11:00
share

JAKARTA - Pernahkah melihat foto seorang anak kecil yang matanya terlihat menyala putih (seperti mata kucing) saat terkena lampu flash kamera? Di dunia medis, kondisi ini bukan hal mistis, melainkan salah satu tanda utama dari retinoblastoma, yaitu jenis kanker mata yang paling sering menyerang anak-anak, khususnya balita di bawah usia 5 tahun.

Meski terdengar menakutkan, kabar baiknya adalah kanker jenis ini termasuk salah satu yang memiliki peluang sembuh sangat tinggi jika dideteksi sejak dini. Yuk, pelajari bersama apa penyebabnya dan bagaimana cara penanganannya!

Mengenal Retinoblastoma

Dilansir dari Healthline, retinoblastoma adalah kanker langka yang tumbuh di area retina, yaitu lapisan sensitif cahaya yang berada di bagian belakang mata. Lapisan retina ini berfungsi menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal ke otak agar kita bisa melihat gambar.

Ketika anak masih dalam kandungan atau di awal masa pertumbuhannya, sel-sel di retina (disebut retinoblas) harusnya tumbuh cepat lalu berhenti membelah diri setelah matang. Namun, pada kasus retinoblastoma, sel-sel ini terus membelah secara tidak terkendali dan akhirnya membentuk tumor.

Mengapa Retinoblastoma Bisa Terjadi?

Penyebab utama dari retinoblastoma adalah mutasi atau perubahan genetik pada sel mata anak. Mutasi ini membuat sel kehilangan kendali untuk berhenti tumbuh. Secara umum, kondisi ini dibagi menjadi dua tipe:

- Tipe Genetik (Inheritable): Data dari American Cancer Society menyebut, sekitar sepertiga kasus retinoblastoma terjadi karena faktor keturunan atau mutasi gen yang terjadi sejak awal perkembangan janin. Anak yang mengalami tipe ini biasanya terkena kanker di kedua belah matanya (bilateral) dan berisiko menurunkannya lagi ke anak-cucu mereka kelak.

- Tipe Sporadik (Sporadic): Kanker biasanya hanya menyerang satu mata (unilateral) dan mutasi gennya hanya terjadi di sel mata tersebut, bukan di seluruh tubuh. Tipe ini tidak bisa diturunkan ke generasi berikutnya.

Sampai saat ini, para ahli belum menemukan penyebab pasti dari mutasi gen tersebut. Tidak ada faktor gaya hidup atau lingkungan luar yang terbukti menyebabkan kondisi ini. Jadi, jika seorang anak terkena retinoblastoma, ini bukan karena kesalahan orang tua saat merawat atau memberi makan anak.

Retinoblastoma Bisa Sembuh dengan Cara Ini  

Pengobatan untuk retinoblastoma tergantung pada ukuran tumor, lokasinya, dan apakah kanker sudah menyebar ke luar mata atau belum. Dokter spesialis mata anak biasanya akan bekerja sama dengan tim onkologi untuk memilih kombinasi terapi terbaik. 

Berikut adalah beberapa metode penyembuhannya:
- Kemoterapi: Penggunaan obat-obatan khusus untuk membunuh atau mengecilkan ukuran tumor. Obat bisa diberikan lewat pembuluh darah tubuh atau disuntikkan langsung ke pembuluh darah yang mengarah ke mata (terapi yang lebih target).

- Krioterapi (Terapi Dingin): Menggunakan suhu sangat dingin untuk membekukan dan menghancurkan sel kanker yang ukurannya masih kecil.

- Terapi Laser: Menggunakan sinar laser untuk merusak pembuluh darah yang memberi "makanan" pada tumor, sehingga sel kanker mati kelaparan.

- Radioterapi: Menggunakan radiasi tingkat tinggi untuk membunuh sel kanker. Metode ini biasanya dihindari pada anak yang sangat muda kecuali sangat diperlukan, untuk mengurangi risiko efek samping jangka panjang.

- Enukleasi (Operasi Pengangkatan Mata): Jika tumor sudah terlalu besar atau penglihatan anak sudah tidak bisa diselamatkan, dokter akan menyarankan operasi pengangkatan bola mata yang sakit. Hal ini dilakukan demi menyelamatkan nyawa anak agar kanker tidak menyebar ke otak atau bagian tubuh lainnya. Setelah sembuh, anak bisa dipasangkan mata palsu (protesis) agar penampilannya tetap baik.

Para orangtua tak perlu panik, kabar baiknya etinoblastoma memiliki tingkat kesembuhan yang luar biasa tinggi jika ditangani dengan cepat. Di negara-negara dengan fasilitas medis yang maju, lebih dari 90 persen hingga 96 persen anak dengan retinoblastoma berhasil disembuhkan total dan bertahan hidup dalam jangka panjang.

Deteksi dini adalah kuncinya. Jika pupil mata anak terlihat berwarna putih saat difoto, mata juling, atau mata sering merah dan bengkak tanpa sebab yang jelas, jangan ragu untuk segera memeriksakannya ke dokter spesialis mata.

Topik Menarik