IHSG Anjlok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Jangan Panik: Serok Bawah Sekarang

IHSG Anjlok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Jangan Panik: Serok Bawah Sekarang

Ekonomi | okezone | Senin, 18 Mei 2026 - 15:13
share

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta para pelaku pasar dan investor saham domestik tidak panik dalam merespons kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh level 6.400 pada pembukaan perdagangan. Purbaya menegaskan bahwa koreksi tajam tersebut murni akibat sentimen jangka pendek dan bukan mencerminkan kondisi riil ekonomi nasional.

Menurutnya, Pemerintah memastikan bahwa fundamen ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi yang sangat kokoh, sehingga penurunan indeks saham justru menjadi momentum komoditas bagi investor untuk melakukan akumulasi beli.

“Enggak apa-apa nanti kita perbaiki. Kan pondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen jangka pendek. Jadi saya akan fokus jaga pondasi ekonomi dengan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu," ujar Purbaya di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Guna menahan efek domino kejatuhan pasar saham terhadap nilai tukar Rupiah, Kemenkeu meluncurkan strategi intervensi agresif di pasar Surat Berharga Negara (SBN) melalui mekanisme stabilitas pasar obligasi. Langkah ini dirancang untuk membentengi psikologis investor asing dari kepanikan.

"Nanti kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini. Minggu lalu udah masuk tapi hanya sedikit, mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasinya terkendali, sehingga asing yang pegang obligasi enggak keluar karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun. Itu kan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit,” jelas Purbaya.

Adapun mengenai kekhawatiran pasar yang mulai membandingkan situasi depresiasi Rupiah dan kejatuhan IHSG saat ini dengan krisis moneter hebat pada tahun 1997-1998 silam, Purbaya secara tegas membantah narasi tersebut.

Menurutnya, struktur dan respons kebijakan fiskal-moneter saat ini jauh lebih matang, serta tidak ada gejolak ketidakstabilan sosial-politik seperti masa lalu.

 

“Oh ini kan banyak sentimen, kalau rupiah melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti '97-'98 lagi. Beda, '97-'98 itu kebijakannya salah dan instability sosial politik terjadi setelah setahun kita resesi. '97 pertengahan itu kita sudah resesi. Kita kan sekarang belum resesi, ekonomi masih tumbuh kencang. Jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semuanya," ungkap Purbaya meluruskan kekhawatiran pasar.

Dengan demikian, Purbaya optimis bahwa pasar saham akan segera mengalami pembalikan arah (reversal) dalam waktu dekat setelah tekanan jual teknikal mereda. Beliau bahkan memberikan sinyal beli yang kuat bagi para pelaku pasar modal.

"Jadi teman-teman enggak usah khawatir, investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut, serok bawah sekarang. Kalau saya lihat teknikalnya, sehari dua hari udah balik. Jadi jangan lupa beli saham. Makasih ya,” pungkas Purbaya

Topik Menarik