Adu Kisaran Gaji Pembalap Muda Veda Ega Pratama dengan Hakim Danish di Moto3
PANGGUNG kejuaraan Moto3 2026 tidak hanya menyajikan persaingan adu kecepatan di atas sirkuit, melainkan juga menyoroti sisi finansial para pembalap muda yang bertarung di kelas entry-level ini. Dua talenta terbaik dari Asia Tenggara, Veda Ega Pratama asal Indonesia dan Hakim Danish dari Malaysia, menjadi buah bibir setelah keduanya sukses menembus jajaran tim elite dunia melalui jalur yang terbilang istimewa.
1. Hakim Danish vs Veda Ega Pratama
Berbeda dengan mayoritas pembalap Asia terdahulu yang kerap kali harus menyetorkan dana besar alias menjadi pay rider demi mendapatkan kursi, Hakim Danish Ramli resmi mencetak sejarah baru. Pembalap berusia 18 tahun asal Terengganu ini mendapatkan kontrak profesional murni dari MSi Racing Team untuk musim penuh 2026.
Menurut Pengurus Pasukan SIC Racing, Zulfahmi Khairuddin, Hakim Danish akan menerima gaji pokok serta bonus langsung dari tim barunya tanpa perlu dibebani komitmen finansial yang tinggi untuk menyewa motor yang ditinggalkan Angel Piqueras tersebut.
Sementara itu, status nilai kontrak Veda Ega Pratama bersama Honda Team Asia sejauh ini masih disimpan rapat tanpa adanya rincian resmi yang diumumkan ke publik.
Kendati demikian, melihat rekam jejak prestisius Veda yang dipromosikan lewat jalur emas Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup, pembalap kelahiran Gunungkidul ini diprediksi kuat menerima Team-funded Contract (Kontrak Standar Tim) dari pabrikan Honda.
Dalam skema industri balap, kontrak jenis ini membebaskan pembalap dari status pay rider karena seluruh biaya operasional dipikul langsung oleh tim pabrikan.
2. Realita Gaji Kelas Moto3
Membahas kisaran pendapatan, gaji di kelas Moto3 memang sering kali disebut bak bumi dan langit jika dibandingkan dengan kelas utama MotoGP. Berdasarkan data industri, pendapatan rider di kelas menengah berkisar di angka 30 ribu hingga 150 ribu Euro (Rp500 juta hingga Rp2,5 miliar) per tahun, namun untuk kelas Moto3 angkanya bisa jauh lebih merosot bahkan nihil jika sang pembalap minim sponsor.
Namun, untuk pembalap dengan bakat spesial, mereka bisa mengantongi angka yang lumayan seperti yang pernah dialami juara dunia MotoGP 2024, Jorge Martin, saat melakoni debut Moto3 pada usia 17 tahun bersama Aspar Team dengan gaji pokok 40 ribu Euro (Rp670 juta) plus bonus sponsor sebesar 70 ribu Euro.
Veda Ega sendiri sudah membuktikan bahwa posisinya di Honda Team Asia bukanlah sekadar formalitas komersial belaka. Hingga Moto3 2026 menyelesaikan seri keenam, Veda Ega berhasil bertengger di posisi kelima dengan 58 poin, menjadikannya rider debutan terbaik sejauh ini, mengalahkan Hakim Danish yang menempati posisi 11 dengan 27 angka.










