Ada Pelatihan Nasional untuk Lulusan SMK/SMA, Dapat Uang Saku Rp20.000 per Hari

Ada Pelatihan Nasional untuk Lulusan SMK/SMA, Dapat Uang Saku Rp20.000 per Hari

Ekonomi | okezone | Minggu, 17 Mei 2026 - 15:49
share

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan SMA/SMK dengan kuota sebanyak 70.000 peserta pada tahun 2026.

Program ini dilaksanakan melalui balai pelatihan milik Kemnaker yang tersebar di seluruh Indonesia serta bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan, para peserta akan mendapatkan pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja tanpa dipungut biaya.

"Kami dari Kementerian Ketenagaan Kerjaan membuka untuk pelatihan anak-anak tamatan SMK dan SMA untuk kita latih di balai-balai kami yang ada di seluruh Indonesia. Juga bekerja sama dengan balai-balai UPTD Itu membuka 70 ribu. Silahkan mendaftar dan mengikuti," ujar Afriansyah di Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Pendaftaran program dilakukan secara daring melalui Siapkerja. Melalui aplikasi tersebut, peserta juga dapat mendaftar untuk Program Magang Nasional dan pelatihan vokasi lainnya.

Selain pelatihan gratis, peserta akan memperoleh uang saku sebesar Rp20.000 per hari selama mengikuti pelatihan. Setelah menyelesaikan program, peserta juga akan mendapatkan sertifikat resmi dari negara sebagai bukti kompetensi.

"Di situ nanti diberikan insentif Itu per hari untuk uang sakunya itu Rp20 ribu. Terus pelatihannya gratis selama Anda bisa mengikuti dengan baik, dan mendapatkan sertifikasi dari negara," jelasnya.

 

Selain program pelatihan lulusan SMA/SMK, Kemnaker juga menyiapkan sebanyak 150 ribu kuota untuk program Magang Nasional tahun 2026 ini. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 100 ribu peserta.

Afriansyah mengatakan peningkatan kuota ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan keterampilan lulusan baru.

"Mereka kita beri pekerjaan atau magang di suatu instansi, baik swasta maupun pemerintah. Dan mereka selama 6 bulan dididik bersama mentor yang memang profesional di bidangnya," kata Afriansyah.

Topik Menarik