IHSG Diprediksi Bergerak ke 6.650-6.900 Pekan Depan, Masih Dihantui Sentimen MSCI

IHSG Diprediksi Bergerak ke 6.650-6.900 Pekan Depan, Masih Dihantui Sentimen MSCI

Ekonomi | okezone | Minggu, 17 Mei 2026 - 14:06
share

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan pekan depan, sentimen MSCI masih membayangi pergerakan IHSG.

IHSG diperkirakan masih akan melewati fase konsolidasi dengan tingkat volatilitas yang cukup tinggi. Pelaku pasar dinilai masih akan bersikap dinamis dalam merespons perpaduan sentimen dari dalam maupun luar negeri.

Head of Research RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya mengungkapkan, pergerakan IHSG untuk beberapa hari ke depan masih akan tertahan pada rentang tertentu akibat kuatnya pengaruh eksternal.

“Untuk pekan depan, kami memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.650-6.900 dengan pola pergerakan yang masih cenderung konsolidatif,” ujar Andrey di Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Terdapat empat isu utama yang kini menjadi pusat perhatian para investor dalam menentukan arah kebijakan portofolio mereka.

Pertama, aliran dana keluar (outflow) akibat penyesuaian bobot saham pada indeks global MSCI yang masih membayangi bursa.

Kemudian, pergerakan mata uang Garuda terhadap dolar AS yang belakangan ini mengalami tekanan di pasar internasional.

Ketiga, ada ketidakpastian mengenai prospek suku bunga bank sentral Amerika Serikat yang memicu sikap kehati-hatian investor.

Terakhir, soal konflik di Timur Tengah yang terus memanas dan berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.

 

Andrey menambahkan bahwa ruang penguatan IHSG ke depan akan sangat bergantung pada stabilitas indikator makroekonomi dalam negeri dan meredanya gejolak di kancah global.

Jika tekanan dari pasar keuangan Amerika Serikat mulai melandai dan nilai tukar Rupiah dapat bergerak lebih stabil berkat intervensi otoritas moneter, hal tersebut diyakini akan menjadi angin segar yang mampu mengembalikan kepercayaan diri investor untuk kembali mengakumulasi saham di pasar modal Indonesia.

“Stabilitas Rupiah dan meredanya tekanan global akan menjadi faktor penting untuk mendukung pemulihan sentimen investor ke depan,” pungkas Andrey.
 

Topik Menarik