Kisah Aneh Valtteri Bottas di F1 GP Miami 2026, Mobil Dicuri hingga FBI Turun Tangan!
PEMBALAP veteran asal Finlandia, Valtteri Bottas, mengalami pengalaman unik saat mentas di Formula One (F1) GP Miami 2026. Bottas tepatnya menjadi korban pencurian mobil hingga melibatkan biro investigasi federal Amerika Serikat, FBI.
Pengalaman berharga sekaligus membingungkan ini dibagikan oleh Bottas saat berbincang dalam podcast miliknya, What’s Next, bersama Paul Ripke. Pembalap berusia 36 tahun tersebut menceritakan kronologi bagaimana sebuah mobil Cadillac Escalade miliknya raib tanpa jejak dari halaman rumah sewaannya.
1. Bottas Alami Kesialan
Bagi Bottas, suasana pusat kota Miami atau South Beach terkadang terasa terlalu bising dan berlebihan. Itulah mengapa ia lebih memilih untuk menyewa sebuah rumah di kawasan Fort Lauderdale.
Selain jaraknya ke sirkuit relatif sama, bahkan dengan kemacetan yang lebih minim, Fort Lauderdale menawarkan atmosfer yang dinilai Bottas lebih santai dan nyata.
Petaka dimulai pada Jumat 1 Mei 2026 malam waktu setempat, selepas Bottas menyelesaikan rangkaian agenda di sirkuit. Ia pulang ke rumah sewaannya, memarkirkan mobil Cadillac Escalade sewaannya di area driveway halaman depan, mengunci pintu mobil, lalu masuk ke rumah untuk makan malam dan tidur awal. Semua tampak normal, kunci mobil bahkan tergeletak aman di atas meja ruang tamu.
Keesokan harinya, tepat pada Sabtu 2 Mei 2026 pagi menjelang sesi krusial di sirkuit, Bottas dikejutkan oleh panggilan telepon dari Paul Harris, rekan yang menginap di rumah yang sama. Padahal, posisi Bottas saat itu sedang berada di kamar mandi, hanya berjarak beberapa meter dari Harris.
Saat mengangkat telepon, Harris bertanya ke mana Bottas pergi membawa mobil. Dengan bingung, Bottas keluar dan mendapati halaman rumahnya sudah kosong melompong. Mobil SUV mewah tersebut telah lenyap, sementara kuncinya masih utuh berada di dalam rumah.
2. Teori Mobil Curian
Kehilangan kendaraan tentu mengacaukan jadwal Bottas pagi itu. Beruntung, pihak penyedia layanan langsung mengirimkan unit Escalade pengganti untuk mengantarnya ke sirkuit.
Hambatan tidak berhenti di situ, Bottas menyadari bahwa kartu akses masuk dan tiket parkir VIP miliknya tertinggal di dalam mobil yang dicuri. Kasus ini langsung memicu alarm bahaya tingkat tinggi.
Pihak kepolisian setempat bersama FBI langsung turun tangan melakukan investigasi penuh. Alasan keterlibatan FBI sangat jelas, ada kekhawatiran pihak pencuri memanfaatkan paddock pass dan izin parkir VIP tersebut untuk menyusup ke area steril sirkuit demi tujuan keselamatan atau teror.
Meski demikian, kekhawatiran itu tidak terbukti. Sang pencuri tampaknya sama sekali tidak tertarik dengan gemerlapnya dunia Formula 1. Keesokan harinya, Cadillac tersebut ditemukan telantar di sebuah kawasan dengan tingkat kriminalitas tinggi yang cukup rawan.
Bottas menduga sang pelaku murni hanya membutuhkan kendaraan besar untuk melancarkan aksi kejahatan lain. Mengingat mobil langsung dibuang begitu saja, Bottas menyimpulkan mobilnya kemungkinan besar hanya dijadikan sebagai mobil pelarian.
Tanggapan Berkelas Anthony Ginting Usai Jadi Tunggal Keempat Indonesia di Piala Thomas 2026
"Sangat disayangkan kami harus kehilangan mobil itu (sementara waktu), tapi jujur, cerita ini sebenarnya cukup keren," ujar Bottas dikutip dari Crash, dikutip Sabtu (16/5/2026).










