Perjalanan Karier dan Prestasi Gregoria Mariska Hingga Putuskan Mundur dari Pelatnas PBSI

Perjalanan Karier dan Prestasi Gregoria Mariska Hingga Putuskan Mundur dari Pelatnas PBSI

Olahraga | okezone | Jum'at, 15 Mei 2026 - 18:42
share

GREGORIA Mariska putuskan mundur dari Pelatnas PBSI. Ya, pebulutangkis tunggal putri kebanggaan Tanah Air, hari ini resmi mengundurkan diri dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI. 

Kabar mengejutkan itu diumumkan secara resmi pada Jumat, 15 Mei 2026, menandai berakhirnya era Gregoria di Pelatnas Cipayung setelah kurang lebih 12 tahun menjadi bagian dari skuad nasional Indonesia. 

1. Awal Perjalanan Jorji

Gregoria Mariska Tunjung, akrab disapa Jorji, lahir di Wonogiri, Jawa Tengah, pada 11 Agustus 1999. Sejak kecil ia sangat menyukai bulu tangkis dan mengidolakan Taufik Hidayat. Bakatnya dikenali sejak dini oleh sang ayah, hingga ia memutuskan serius mendalami bulu tangkis setelah sebelumnya sempat belajar karate. 

Karier bulu tangkis Gregoria dimulai ketika bergabung dengan PB Mutiara Cardinal, Bandung, sebelum akhirnya masuk ke Pelatnas Cipayung pada tahun 2013.

2. Prestasi Junior yang Memukau 

Nama Gregoria pertama kali mencuri perhatian di level junior. Pada SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, Gregoria berhasil meraih medali perunggu untuk Indonesia. Setahun sebelumnya, ia juga meraih medali perak di Kejuaraan Asia Junior 2016 di Bangkok, Thailand. 

Prestasi Gregoria semakin moncer ketika ia mencetak sejarah sebagai juara tunggal putri di Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 yang berlangsung di Yogyakarta, pencapaian yang belum pernah diraih Indonesia sejak Kristin Yunita menjuarai BWF 1992 di Jakarta. 

 

3. Puncak Karier di Olimpiade

Debut Jorji di panggung Olimpiade terjadi di Tokyo 2020. Penampilan perdananya di Olimpiade berakhir di babak 16 besar.

Kerja keras dan ketekunan Jorji akhirnya terbayar lunas di Paris. Gregoria Mariska Tunjung meraih medali perunggu di Olimpiade Paris 2024, mengakhiri penantian panjang Indonesia selama 16 tahun di sektor bulu tangkis tunggal putri. 

Gregoria menjadi atlet tunggal putri bulu tangkis Indonesia pertama yang mampu menyumbang perunggu Olimpiade sejak Maria Kristin Yulianti di Olimpiade Beijing 2008.

4. Sakit Vertigo

Kiprah Gregoria harus tersendat sejak April 2025 akibat penyakit vertigo yang dideritanya. Sejak batal memperkuat tim Indonesia di Sudirman Cup 2025, ia hanya mengikuti tujuh turnamen.

Penyakit vertigo yang dialaminya terbilang parah. Setiap serangan berlangsung hingga lima jam, disertai muntah dan kehilangan keseimbangan, dan datang tiba-tiba tanpa bisa diprediksi. 

Kondisi kesehatan Gregoria yang masih dalam proses pemulihan dari vertigo menjadi alasan utama pengunduran dirinya dari Pelatnas. 

Topik Menarik