Jelang Puncak Haji, Satgas Armuzna Dibentuk untuk Atur Mobilitas Jemaah
JAKARTA - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Operasi Armuzna, untuk memastikan kesiapan layanan menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Sementara itu, kesiapan tenda di Arafah telah mencapai 90 persen.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff mengatakan, Satgas Armuzna dibentuk guna mengawal kesiapan layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi jemaah selama fase puncak haji.
“Menjelang fase puncak haji di Armuzna, PPIH Arab Saudi telah membentuk Satgas Operasi Armuzna guna memastikan kesiapan layanan puncak haji, mulai dari fasilitas akomodasi, konsumsi, hingga transportasi,” kata Maria, Kamis (14/6/2024).
Maria menyebut, saat ini kesiapan tenda di Arafah telah mencapai 90 persen. Selain itu, layanan transportasi Bus Masyair juga telah ditinjau untuk mengatur mobilitas jemaah selama puncak ibadah haji.
“Saat ini, kesiapan tenda di Arafah sudah mencapai 90 persen. Termasuk layanan transportasi puncak haji, yakni Bus Masyair yang juga telah ditinjau guna mengatur mobilitas jemaah,” ujarnya.
Menurut Maria, Satgas Operasi Armuzna juga telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi guna mengantisipasi potensi hambatan transportasi akibat kepadatan jemaah, terutama pada rute Arafah-Muzdalifah dan Muzdalifah-Mina.
“Satgas Operasi Armuzna juga telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi terkait potensi terhambatnya pergerakan transportasi akibat kepadatan jemaah, terutama pada rute Arafah-Muzdalifah maupun Muzdalifah-Mina,” ucapnya.
Kemenhaj juga mengimbau jemaah mulai membiasakan diri berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan sebagai antisipasi kondisi kepadatan saat puncak haji.
“Jemaah diimbau membiasakan diri berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan,” katanya.
Secara umum, Maria mengatakan layanan haji Indonesia berjalan lancar. Hingga hari ke-24 operasional haji, sebanyak 395 kloter dengan 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sementara itu, sebanyak 353 kloter dengan 136.422 jemaah dan 1.412 petugas telah tiba di Makkah.










