Arsenal Menjauh, Josep Guardiola Pilih Masa Bodo dan Fokus Terkam Crystal Palace
MANCHESTER – Persaingan gelar juara Liga Inggris 2025-2026 memasuki fase krusial saat Manchester City bersiap melakoni laga tunda mereka melawan Crystal Palace pada Kamis 14 Mei 2026 dini hari WIB. Kemenangan menjadi harga mati bagi skuat asuhan Josep Guardiola jika ingin memangkas jarak dengan pemuncak klasemen, Arsenal, menjadi hanya dua poin.
Tekanan berada di pundak The Citizens –julukan Man City– setelah Arsenal meraih kemenangan dramatis 1-0 kontra West Ham akhir pekan lalu, yang membuat The Gunners kini unggul lima poin. Meski begitu, Guardiola menegaskan timnya tidak akan terdistraksi oleh hasil yang diraih sang rival dan memilih untuk tetap fokus pada tugas di depan mata.
1. Kembalinya Pilar Penting
Kabar baiknya, angin segar berhembus ke kamp Manchester City dengan kembalinya Rodri dan Abdukodir Khusanov ke sesi latihan. Rodri telah absen sejak mengalami cedera dalam kemenangan atas Arsenal bulan lalu, sementara Khusanov sempat menepi karena benturan keras saat menghadapi Everton.
Kehadiran keduanya memberikan opsi lebih bagi Guardiola di tengah jadwal padat yang memaksa Man City bertanding empat kali dalam 12 hari.
"Kondisi mereka (Rodri dan Khusanov) lebih baik. Kami akan memantau sesi latihan sore ini," ujar Guardiola, mengutip dari Mirror, Rabu (13/5/2026).
Selain soal kebugaran pemain, pelatih asal Spanyol tersebut mengisyaratkan akan melakukan rotasi besar. Pemain seperti Omar Marmoush, Phil Foden, dan Savinho yang sebelumnya tampil sebagai pemain pengganti saat melawan Brentford, berpeluang besar memulai laga sejak menit awal demi menjaga kebugaran tim menjelang final Piala FA 2025-2026 pada Sabtu 16 Mei 2026 malam WIB.
2. Enggan Remehkan Crystal Palace
Meskipun Crystal Palace mungkin sedang membagi fokus mereka ke final Liga Konferensi Eropa 2025-2026 melawan Rayo Vallecano pada 27 Mei mendatang, Guardiola menolak anggapan lawannya akan menjadi tim yang mudah dikalahkan. Ia menyadari di bawah arahan Oliver Glasner, Palace tetap memiliki pola permainan yang berbahaya meski sempat menunjukkan inkonsistensi di liga.
“Sejak era Roy Hodgson, terutama sekarang bersama Oliver, laga melawan mereka selalu sulit,” sambung Guardiola.
Guardiola menambahkan status Palace sebagai finalis kompetisi Eropa membuktikan bahwa mereka memiliki kualitas yang patut diwaspadai. Dengan prinsip hanya memedulikan hal-hal yang bisa dikontrol oleh timnya sendiri, Guardiola berambisi membawa Man City terus bertarung memperebutkan trofi Premier League hingga pekan terakhir.










