Como 1907 Catat Sejarah Lolos ke Kompetisi Eropa, Presiden Klub Bicara Rencana dan Singgung Indonesia
COMO – Como 1907 mencatat sejarah dengan lolos ke kompetisi Eropa untuk musim 2026-2027. Presiden klub, Mirwan Suwarso, lantas bicara soal sepakbola Italia, rencana ke depan, dan menyinggung soal Indonesia.
Kesebelasan berjuluk I Lariani itu mengunci satu tiket ke kompetisi Eropa usai menang 1-0 atas Hellas Verona di pekan ke-36 Liga Italia 2025-2026. Mereka setidaknya akan ikut Kualifikasi UEFA Conference League 2026-2027 karena saat ini duduk di urutan 6 dengan 65 poin.
1. Liga Champions
Tapi, Como 1907 bisa finis lebih tinggi lagi, bahkan lolos ke Liga Champions. Pasukan Cesc Fabregas hanya berjarak 2 poin dari AC Milan yang duduk di urutan 4 atau batas terakhir ke kompetisi terakbar Eropa tersebut.
Soal lolos ke Liga Champions, Mirwan enggan bersikap takabur. Ia hanya menginginkan klub bisa finis setinggi mungkin di Liga Italia 2025-2026.
“Kami ingin finis setinggi mungkin tapi kami akan menerima apapun yang hidup ini berikan. Liga Champions tidaklah penting karena target kami adalah lebih baik dari musim sebelumnya,” papar Mirwan, disitat dari Football Italia, Selasa (12/5/2026).
Lebih lanjut, pria berkebangsaan Indonesia itu mengakui klub berencana merekrut lebih banyak pemain asal Italia demi memenuhi regulasi bermain di kompetisi Eropa. Tapi, klub terkendala dengan harga yang sangat mahal.
“Kami selalu mencari pemain asal Italia. Kami membeli empat orang saat tembus Serie A pertama kali. Masalahnya, harga mereka mahal dan kami tidak bisa membayarnya dengan mencicil,” papar Mirwan.
“Kami sedang mengembangkan 4-5 pemain Italia dan kami berharap akan siap untuk tim utama. Fokusnya bukan menghabiskan uang tetapi membuat klub ini mendapat keuntungan dan bertahan untuk jangka panjang,” imbuhnya.
2. Singgung soal Indonesia
Terakhir, Mirwan bicara soal sepakbola secara umum di Italia dan sempat menyinggung tentang Indonesia. Ia pun senang dengan semangat kolaboratif yang ditunjukkan pemilik-pemilik klub.
“Ini adalah negara yang sangat ramah, seperti Indonesia hingga batas tertentu. Klub-klub di sini berkompetisi di lapangan tetapi di luar lapangan, ada ide-ide untuk bersama-sama mendukung agar liga ini terus bertumbuh,” tutupnya.










