Penyalur Herawati Sebut Erin Wartia Sudah Di-blacklist Banyak Yayasan ART
JAKARTA - Kasus dugaan penganiayaan asisten rumah tangga (ART) yang menyeret nama Rien Wartia Trigina alias Erin Wartia masih diusut penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.
Terbaru, penyalur ART Erin, Nia Damanik, membeberkan fakta lain dibalik kasus tersebut. Ia menyebut Erin memang sudah lama masuk dalam daftar hitam (blacklist) di banyak yayasan penyalur tenaga kerja karena rekam jejaknya.
"Ya benarlah, benar (banyak di-blacklist). Itu nanti saya jelaskan di situ," kata Nia Damanik usai menjalani pemeriksaan klarifikasi atas laporan Herawati pada Kamis (7/5/2026).
Saat ini, Nia mengaku sangat trauma menyalurkan pekerja ke kediaman Erin setelah melihat kondisi yang menimpa Hera.
"Yang penting saya ada bukti dan dibilang saya tidak datang secara baik-baik, padahal sudah saya lakukan secara baik-baik," ujar Nia.
"Trauma lah, pasti jelas trauma. Dan saya nggak mungkin mau lagi (menyalurkan ART ke sana)," tambahnya.
Nia juga membantah tudingan pihak Erin yang menyebut ada aktor intelektual di balik keberanian Hera melapor. Ia menegaskan ini murni soal perlindungan pekerja.
"Tidak ada. Itu feeling dia saja itu, tuduh-tuduhan dia saja itu fitnah. Saya hanya murni melindungi pekerja saya. Saya hanya melindungi dan menjemput karena dia sudah melakukan kekerasan, pikirannya saja busuk," tegas Nia.
Lebih lanjut, Nia menjelaskan bahwa urusan finansial murni dilakukan dengan Erin, bukan mantan suaminya, Andre Taulany.
"Kalau gaji itu saya hanya berhubungan dengan Ibu Erin. Karena Ibu Erin yang telepon ke yayasan," pungkasnya.







